Header Ads

Dua Menteri Hadiri Langsung Ground Breaking Jalan Tol Muara Enim

MUARA ENIM, SS - Acara peletakan batu pertama pembangunan jalan tol di Kabupaten Muara Enim dilaksanakan di simpang empat Desa Kepur Kabupaten Muara Enim, Selasa (09/04/2019).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beserta Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, Bupati Muara Enim Ir Ahmad Yani dan Wakilnya H Juarsah SH melakukan ground breaking peletakan batu pertama pembangunan jalan tol Muara Enim - Lubuk Linggau dan Muara Enim - Indralaya.

Turut hadir dalam acara itu, Anggota DPR RI Komisi VI H Wahyu Sanjaya SE beserta istri, Ketua TP PKK Muara Enim Ir Hj Sumarni Ahmad Yani MSi beserta Wakilnya Hj Nurhilyah dan seluruh Forkompinda Kabupaten Muara Enim, Kapolres, Dandim 0404 Muara Enim, perwakilan Pemda OI, Prabumulih, Lahat, Lubuk Linggau dan PALI. Selain itu juga hadir beberapa jajaran Direksi PTBA diantaranya Direksi Produksi Surya Eko Hadiyanto, Direksi Biro umum Joko Pramono, GM UPTE Suhedi.

Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan, bahwa hari ini menjadi kenyataan, karena tidak pernah terbayangkan jalan tol akan melintas di Kabupaten Muara Enim. Jika menunggu penggunaan dana APBD Muara Enim lima tahun lagi, pembuatan jalan tol ini masih juga tidak  tuntas.

“Di rest area juga diberikan untuk makanan tradisional tidak lagi akan didominasi makanan luar negeri saja,” tungkasnya. 

Anggota DPR RI komisi VI H Wahyu Sanjaya mengatakan, jalan tol ini memang sangat dibutuhkan, tetapi dalam kesempatan ini ia meminta kepada Menteri PU bahwasanya masih banyak sekali jalan di sini yang masih butuh perhatian dari pemerintah pusat untuk segera diperbaiki.

“Saya berharap kepada masyarakat agar dapat membantu mensukseskan pembangunan jalan tol ini jangan sampai ke depannya terhambat pada saat pembebasan lahan. Saya atas nama masyarakat Muara Enim yang juga merupakan konstituen saya disini menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian pemerintah pusat atas pembangunan jalan tol Muara Enim - Indralaya dan Muara Enim - Lubuk Linggau. Semoga jalan tol ini bermanfaat bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan khususnya untuk mengangkut dan mendistribusikan hasil bumi,” terangnya.

Sementara Menteri PUPR Basuki Hadi Mulijon menyampaikan, bahwa diketahui dalam pembangunan jalan tol Muara Enim - Lubuk Linggau memakan jarak 114 KM sedangkan Muara Enim - Indralaya berjarak 119. 

Proyek ruas jalan tol prioritas yang akan dibangun ini merupakan proyek strategis nasional dengan nilai investasi 47,8 triliun yang dikerjakan oleh PT HK Hutama Karya yang dana 80% bersumber dari dana perusahaan dan 20% Danan hutang, rencananya masa pengerjaannya akan sampai 2 tahun.

“Tol tidak  ada gunanya hanya lewat saja,  tetapi harus bisa memberikan manfaat  untuk ke pengembangan kawasan industri dan kawasan pariwisata. Dan nanti di rest area akan banyak yang di jual produk-produk lokal  dan diberikan space tersendiri untuk produk-produk  lokal seperti tempoyak,  kopi semendo, lemang dan lainnya," ucapnya. 

Sedangkan Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, ruas jalan tol Muaraenim-Indralaya dan Muaraenim-Lubuklinggau merupakan rangkaian pembangunan tol trans Palembang-Bengkulu.

“Jika nanti pembangunan tol ini sudah selesai, waktu tempuh Muaraenim-Indralaya diperkirakan 1,5 jam maksimal 2 jam,” ujar Danang.(KLT)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.