Header Ads

Ridho Yahya Fokuskan Rumah Ibadah

PRABUMULIH - Selain fokus melakukan pembagunan infrastruktur jalan, gedung pemerintahan dan fasilitas umum, Pemerintah kota Prabumulih juga fokus membangun rumah-rumah ibadah seluruh agama yang ada di Bumi Seinggok Sepemunyian.

Tak main-main, tahun ini pemerintah membangun sebanyak 2 masjid dan dua mushola, sementara untuk renovasi sebanyak 73 masjid dan 2 gereja, 1 Pure dan bantuan mobil di Vihara.

"Saya beragama Islam, namun Ridho Yahya ini walikota bukan hanya milik satu agama tetapi milik seluruh agama sehingga seluruh agama khususnya tempat ibadah harus diperhatikan. Tahun ini tidak hanya masjid, gereja, pura tapi kita juga bantu mobil untuk Vihara," ungkap Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM ketikaa diwawancarai sejumlah wartawan beberapa waktu lalu.

Orang nomor satu di Prabumulih ini menuturkan, pembagunan dan rehab tempat ibadah itu sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap seluruh agama yang ada di Prabumulih.

"Rehab dan bangun itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap seluruh umat beragama di Prabumulih, sehingga memudahkan beribadah dan memiliki tempat ibadah yang nyaman," katanya.
Disinggung mengenai dana, Ridho menuturkan, pembagunan dan rehab sendiri dianggarkan melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Prabumulih 2016.

"Mengenai jumlah kalau tidak salah lebih kurang Rp 14 miliar lebih," bebernya.

Lebih lanjut Ridho mengatakan, pembagunan dan rehab rumah ibadah terus dilakukan lantaran Pemerintah kota Prabumulih tidak ingin melihat masyarakatnya meminta-minta dijalan untuk membangun rumah ibadah.

"Kita tidak mau masyarakat kita meminta dijalan tiap kendaraan lewat, Pemerintah Prabumulih harus membangun rumah ibadah agar tidak ada yang minta, tidak boleh ada dijalan-jalan mungut duit bangun masjid," lanjutnya.

Ridho mengungkapkan, pertanggungjawaban sebagai pemimpin sangat berat di akherat kelak, terlebih terhadap masyarakat yang berbeda-beda agama dan golongan tidak berlaku adil.
"Nanti akan dipertanggungjaawabkan di akherat, kita tidak mau seperti itu. Mungkin penilaian orang beda namun kita juga memikirkan akherat kelak," tambahnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.