Header Ads

Tarif Parkir RSUD Prabumulih ini Dikeluhkan Warga

Warga Keluhkan Tarif Parkir RSUD Prabumulih Turun-NaikPRABUMULIH - Warga khususnya keluarga pasien yang di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Prabumulih, sejak beberapa waktu lalu mengeluh.

Penyebabnya, tarif parkir di rumah sakit pemerintah tersebut terkesan ditetapkan asal-asalan oleh pihak ketiga yang mengelola parkir.

Informasi berhasil dihimpun, tarif parkir khusus motor yang dulunya ditetapkan Rp 2000 per motor mengalami penurunan menjadi Rp 1000 setelah banyak mendapat keritik dari masyarakat. Begitupun untuk mobil sebelumnya Rp 5000 menjadi Rp 2000.

Hingga akhirnya dipasanga spanduk pemberitahuan tentang tarif sesuai Perda no 4/2011 jika tarif di RSUD untuk mobil Rp 2000 dan untuk motor Rp 1000.

Namun tarif sesuai perda tersebut hanya bertahan beberapa bulan, pihak ketiga pengelola parkir diduga melepas spanduk pengumuman dan tarif kembali naik seperti semula.

"Dulu sampai ditempel di spanduk-spanduk tarif Rp 1000 dengan sistem komputer, tapi sekarang kembali naik dan sistem kertas parkir tulis tangan, ini ada apa kok naik turun seenak pengelola parkir," ungkap Nur Aisyah (40), satu diantara pengunjung RSUD Prabumulih ketika dibincangi Tribun Sumsel, Kamis (5/5).

Menurut Nur, turun naiknya tarif parkir semestinya disosilisasikan dahulu ke masyarakat sehingga tidak menimbulkan image negatif dan sering terjadi debat mulut antara pengendara dan petugas retribusi parkir.

"Kita biasa bayar Rp 1000 tiba-tiba menjadi Rp 2000 itu kan membuat bingung, apalagi petugas yang ada disana ngotot-ngotot mintanya," keluhnya seraya mengatakan semestinya pihak rumah sakit mengelola sendiri tidak oleh pihak ketiga sehingga berseragam dan santun.

Hal yang sama disampaikan Waryono (45), yang mengungkapkan semestinya RSUD Prabumulih mencontoh RS Bunda dimana parkir tertib, menggunakan seragam dan sistem komputer serta ada CCTV untuk pengaman motor dari pencurian.

"Oke masyarakat setuju tarif parkir Rp 2000 tapi jaminan kehilangan diganti, jangan seperti sekarang kita jaga keluarga harus bawa masuk helm. Selain itu tarif parkir semestinya sesuaikan dangan aturan yang ada jangan lebih tinggi dari aturan apalagi tempat itu milik pemerintah," keluhnya.

Sementara pihak ketiga pengelola parkir melalui petugas karcis parkir ketika dikonfirmasi membenarkan biasanya tarif parkir di RSUD hanya Rp 1000 per motor, namun sejak sebulan lalu kembali naik.

"Tarif naik Rp 2000 permotor karena target retribusi dinaikkan pemerintah, sehingga kita harus menaikkan tarif parkir," ungkapnya enteng.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.