Header Ads

Warga Bedeng Kresek Direlokasi Tanpa Pemberitahuan

MUARA ENIM, SS-Relokasi bedeng kresek Bukit Munggu Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim tanpa pemberitahuan dahulu oleh pihak kontraktor tambang terhadap warga bedeng kresek. Hal itu terjadi pada hari jum'at 10 Juni 2016.
 
Padahal ada beberapa rumah warga yang masih dihuni oleh pemiliknya. Namun, tanpa pemberitahuan lagi terhadap pemilik rumah, pihak perusahaan langsung menjalankan tugasnya merelokasi daerah tersebut untuk diambil batubaranya.
 
"Hari Kamis tanggal 9 Juni 2016 kita telah memberikan surat kepada pihak perusahaan, baik kepada PT. Pama Persada Nusantara selaku kontraktor dari perusahaan PTBA yang isinya menanyakan kapan waktu relokasi berlangsung," kata cipto selaku warga bedeng kresek, sekaligus aktifis lingkungan hidup, kepada media ini.
 
Lebih jelas dikatakan cipto, dalam surat kita berikan kepada pihak perusahaan baik kontraktor maupun investor. Dalam surat tersebut, kita selaku warga bedeng kresek Bukit Munggu menanyakan kapan akan di relokasi, pada hari apa, bulan berapa, dan jam berapa. Akan tetapi, Jum’at (9/6/2016) kami melayangkan surat, hari ini langsung relokasi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
 
“Ini namanya perusahaan yang telah melanggar HAM, dan juga melanggar salah satu yang ada di dalam pancasila dan juga telah melanggar AMDAL. Dengan adanya relokasi seperti ini, pasti membuat kita ketakutan. Lantaran kita mau tak mau harus angkat kaki secepat mungkin. Apakah seperti ini yang namanya pengusiran terhadap warga biasa," jelasnya.

Dengan adanya tindakan ini, lebih jelas cipto mengatakan, kami seluruh masyarakat yang telah terkena relokasi tambang akan mengadakan aksi lingkungan untuk mempertanyakan perusahaan PTBA sebagai pemegang propor hijau tingkat dunia akan kami pertanyakan. Karena apapun alasannya dari pihak perusahaan telah menggar IUP atau izin tambang yang saat ini dikerjakan oleh kontraktor PT. Pama Persada Nusantara.

“Selepas dari telah dilakukan pembayaran pembebasan lahan atau belum. Yang pasti kami sangat kecewa dengan pihak perusahaan seperti tidak tersentuh oleh hukum sedikitpun," jelasnya.

Kita berharap pemerintah dapat menyelesaikan masalah yang saat ini sedang terjadi di bedeng kresek bukit munggu. Karena kawasan bedeng kresek Bukit Munggu ini masuk dalam Kabupaten Muara Enim dan juga perusahaan ini sebagai aset daerah.

“Jangan karena perusahaan-perusahaan batubara yang ada di Tanjung Enim ini memberikan masukan terhadap pemerintah kabupaten, tapi kami warga miskin ini selalu diasingkan bahkan direndahkan seperti binatang," jelas yanto.(ded)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.