Header Ads

Kesadaran Masyarakat Hal Paling Utama Atasi Sampah di Kota Prabumulih

PRABUMULIH, SS-Untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Prabumulih, Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Prabumulih menghimbau setiap masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan masing-masing tempat tinggalnya. Hal ini diungkapkan Kepala DKPP Prabumulih Toni Syalfiansyah SH.

“Dukungan dan tingkat kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sangat diperlukan, karena tanpa adanya kesadaran dan dukungan dari masyarakat di wilayah itu, maka permasalahan untuk mengatasi sampah di Kota Prabumulih tidak akan dapat berjalan dengan baik,” ujar Toni kepada sejumlah wartawan, Selasa (2/8/2016).

Dikatakannya, kesadaran masyarakat untuk ikut bersama-sama sadar kebersihan merupakan hal yang penting dan paling utama, karena masih banyak masyarakat memiliki kesadaran rendah dan sering menyepelekan masalah sampah.

“Membangun tingkat kesadaran masyarakat atau merubah mindset bukan hal yang mudah, karena untuk negara maju seperti Jerman membutuhkan waktu sekitar 60 tahun dan Belanda membutuhkan waktu 75 tahun untuk merubah mindset tersebut sehingga masyarakatnya menyadari bahwa sampah ini adalah emas yang dapat menghasilkan uang,” terangnya.

Toni membeberkan, ada lima jenis sampah yang seharusnya bisa dipahami oleh masyarakat yakni sampah organic, anorganik, B3 kertas dan residu. Namun Toni mengakui masih banyak masyarakat yang belum mengerti pemilahan sampah tersebut. “Banyak masyarakat hanya tahu sampah organic dan anoraganik saja. Itu pun masih ada yang bercampur,” ujarnya.

Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi untuk mendidik masyarakat agar tahu cara membedakan sampah dan membuangnya di tempat yang benar. Sosialisasi sudah dilakukan berjenjang dari pemerintah kota hingga ke tingkat RT maupun RW. Untuk saat ini, kami sudah mensosialisasikannya dan telah menyediakan tong sampah untuk lima jenis sampah tersebut baru ke sekolah-sekolah, masjid dan yayasan, itu pun belum secara keseluruhan,” jelasnya.

Menurutnya, jika pemilahan sampah organic dan anorganik benar-benar dijalankan oleh masyarakat, hal itu sudah jauh mengurangi volume sampah di Kota Prabumulih. Karena sampah organic dapat segera diolah dengan di daur ulang menjadi pupuk sedangkan sampah anorganic, di TPA sendiri ada sekitar 48 pemulung yang sudah terdaftar yang bakal mengurangi sampah lagi. “Saat ini motor dan mobil sampah berkewajiban menyetor sampah untuk didaur ulang menjadi pupuk organic dan untuk sampah yang tidak bisa diolah baru kemudian kita buang ke TPA,” ucapnya.

Toni menegaskan, “Untuk sekarang ataupun kedepannya, marilah kita meningkatkan kesadaran kita, untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar Kota Prabumulih lebih terlihat rapi dan bersih,” tandasnya.(RN)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.