Header Ads

Warga Keluhkan Proyek Rehab Jalan Karya Mulya – Kemang Tanduk

PRABUMULIH, SS-Proyek rehab jalan Karya Mulya- Kemang Tanduk menuai kritik dari sejumlah warga. Meski dalam tahap pengerjaan, jalan yang menghubungkan Desa Kemang Tanduk dan Desa Karya Mulya ini dinilai kurang maksimal karena  minim tingkat pengawasan  dan tidak ada  papan nama proyek.

KS (45), salah satu warga saat dibincangi portal ini dilapangan, Rabu (17/8/2016) mengatakan, proses pengerjaan badan jalan tanpa ada pengawasan dari dinas terkait maupun dari pihak kontraktor pemenang tender. Sehingga masyarakat menjadi khawatir proyek ini rawan penyimpangan. Masyarakat mengharapkan jalan yang di bangun benar-benar bagus dan tidak berlubang lagi.

“Pembangunan ini memang kurang maksimal, pasalnya jalan tersebut diperbaiki dengan sistem tambal sulam jalan yang rusak, namun ada sebagian jalan yang masih layak dan dinilai bagus tetap dihancurkan dan di tambal dengan cor beton sedangkan  jalan rusak yang seharusnya di rehab malahan tidak diperbaiki,” ujarnya.

Pantauan portal ini dilapangan, terlihat para pekerja yang sedang merapikan badan jalan tanpa ada pengawasan dari dinas terkait maupun dari pihak kontraktor pemenang tender.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Prabumulih, M Supi  saat di temui diruang kerjanya mengatakan, dia  akan berkoordinasi dengan Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) untuk mengevaluasi kinerja kontraktor pelaksana dilapangan dan akan menghimbau untuk segera memasang papan informasi proyek.

“Terima kasih telah memberikan informasi terkait permasalahan ini. Kami akan segera menindak lanjuti keluhan warga dengan mengevaluasi kinerja kontraktor pelaksana dilapangan,” terang Supi.

Penelusuran portal ini, diketahui bahwa proyek rehab jalan Karya Mulya- Kemang Tanduk dilaksanakan oleh PT. Ananda Energi Utama dengan anggaran senilai Rp. 1.541.966.000,00 yang berasal dari APBD Prabumulih 2016.

Sementara itu I. Alexander Anggota Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kota Prabumulih saat dimintai tanggapanya mengatakan,terang saja warga merasa kecewa karena jalan yang masih terbilang bagus tapi dihancurkan sedangkan jalan rusak yang seharusnya di rehab malahan tidak diperbaiki.

“Seharusnya pemerintah melaui dinas terkait lebih mengoptimalkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek agar hasil pembangunan dapat maksimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.(Ard)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.