Header Ads

Belasan Warga Keracunan Zat Odoran

PRABUMULIH, SS-Belasan warga Jalan Tromol RT. 06  RW. 01 Kelurahan Sukaraja Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih mengalami keracunan, Senin (5/12/2016). Para warga tersebut diduga menghirup zat odoran yang bocor dari pipa jaringan gas kota yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.

Meskipun tidak sempat menelan korban jiwa, namun insiden yang terjadi itu cukup menggemparkan dan mengkhawatirkan. Karena warga yang menjadi korban keracunan terus berjatuhan dan harus mendapatkan perawatan medis. Dari beberapa korban diantaranya adalah anak-anak.

Warga yang keracunan sebagian harus dilarikan ke puskesmas dan klinik terdekat. Mereka mengeluh pusing, mual, dan sulit bernapas. Tak hanya itu, sumur salah satu warga pun ikut tercemar sehingga warga khawatir untuk menggunakan air dari sumur itu.

"Ada belasan warga yang mengalami keracunan, sebagian diantaranya harus dilarikan ke puskesmas dan klinik terdekat," ujar Adi Susanto Anggota DPRD Prabumulih yang juga menjadi korban.

Menurutnya, kuat dugaan warga mengalami keracunan, menyusul bau gas menyengat yang dihirup warga akibat kebocoran dari pipa jaringan gas kota.

“Gejala awal, warga mengirup bau gas menyengat pada udara disekitar pemukimam. Kemudian pusing, mual dan muntah,” ungkapnya.

Selain berharap agar kejadian ini tidak terulang lagi, Adi juga menegaskan agar pihak konsorsium harus profesional mengerjakannya.

“Kita berharap jangan sampai terjadi lagi kebocoran zat odoran, untuk itu kita tegaskan kepada konsorsium PT. Wika harus professional dalam mengerjakan proyek jaringan gas kota ini,” ucapnya.
 
Perwakilan Konsorsium PT. Wika, Cahaya yang turun ke lokasi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kejadian keracunan ini kali pertama terjadi. Sebab menurutnya diwilayah lain juga sedang tahap pengecekan dan tidak ada keluhan dan pihaknya memang menggunakan zat odoran saat pengecekan pipa.

“Ini kali pertama terjadi keracunan dikarenakan bau gas yang menyengat. Bau itu disebabkan oleh cairan zat odoran yang digunakan saat pengecekan pipa gas sedangkan kebocoran sendiri disebabkan oleh pengelasan pipa yang kurang sempurna,” katanya.

Sementara itu, Direktur PD. Petro Prabu Azhari menyampaikan, zat odoran adalah sumber bau yang digunakan untuk mengetahui kebocoran pipa.

“Kebanyakan pipa yang bocor dari penyambungan, untuk mengetahuinya pihak konsorsium menggunakan zat odoran saat pengecekan,” jelasnya.

Lanjut Azhari, setiap permasalahan jaringan gas di Kota Prabumulih adalah tanggung jawab pihak konsorsium. “Petro Prabu siap mengantisipasi secepatnya setiap keluhan warga. “Apabila terjadi lagi, kita siap turun langsung ke lokasi. Petro Prabu sendiri hanya menerima barang yang sudah jadi. Jika ada masalah terkait jaringan gas, itu merupakan tanggung jawab dari pihak konsorsium,” pungkasnya.(RN)

1 komentar:

  1. nah kau...
    baru uji coba..

    buatan Tuhan Lagi Ado Dak Sempurnonyo.
    apo Lagi Buatan Manusio..

    ini akibatnyo Kalu dak galak dengar omongan..

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.