Header Ads

Anggota DPRD Diduga Hina Pendamping Desa

DPRD Abrianto saat memberikan sambutan
pada Musrenbangdes di Desa Embawang, beberapa waktu yang lalu
MUARA ENIM, WN-Salah satu oknum anggota DPRD Muara Enim, ABR dilaporkan oleh masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Forum Komunikasi Masyarakat Muara Enim karena diduga oknum anggota DPRD Muara Enim tersebut dianggap menghina Pendamping Desa dengan menyebutkan kata-kata “Pendamping Desa itu Makan Gaji Buta” pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa(Musrenbangdes) dalam Kecamatan Tanjung Agung pada tanggal 16-23 Januari 2017 lalu.

Di dalam surat Forum Komunikasi Masyarakat Muara Enim Kecamatan Tanjung Agung Nomor.007/FK-ME/I/2017 yang ditandatangani oleh Koordinatornya, Zulkarnain menyebutkan bahwa pada saat pelaksanaan Musrenbangdes antara Desa dan Kecamatan telah terjadi penghinaan oleh oknum anggota DPRD Muara Enim, ABR melalui ucapannya pada saat acara Musrenbangdes di Desa Embawang Kecamatan Tanjung Agung tanggal 18 Januari 2017 sekitar pukul 14.30 WIB.

Dalam musrenbangdes tersebut, oknum ABR mengucapkan kata yang dianggap penghinaan terhadap pelaksana Pendamping Desa yang pada saat musrenbang itu sebagian juga ikut hadir. Pada saat itu Oknum ABR mengucapkan kata “Pendamping Desa itu Makan Gaji Buta”.

Sebagai tugasnya, kata Zul, pendamping desa terdiri dari pendamping desa kecamatan dan pendamping lokal desa yang dalam tugasnya merupakan perpanjangan tangan kementerian Desa harus bekerja untuk negara sesuai SOP yang berlaku.

“Untuk itu, kami mengharapkan atas nama Forum Komunikasi Masyarakat Muara Enim meminta agar oknum ABR diberikan pembinaan etika sebagai anggota DPRD Muara Enim dan memberikan sanksi yang pantas terhadap beliau. Disamping itu, kami juga meminta beliau untuk meminta maaf secara tertulis terhadap masyarakat Desa Embawang dan pendamping desa melalui Kepala Desa Embawang dan Camat Tanjung Agung. Jika ABR sebagai anggota DPRD Muara Enim tidak mengindahkan surat yang ditujukan kepada Bupati dan DPRD ini, maka kami akan menempuh jalur hukum,” tambah Zul.

Sementara, TN, salah satu pendamping desa yang tak mau disebutkan namanya dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Memang ada kejadian itu. Pak anggota DPRD itu (ABR,red) menyebutkan kata bahwa pendamping desa itu makan gaji buta saat musrenbangdes di Desa Embawang,” kata sumber tersebut.(LEX)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.