Header Ads

Jembatan Tegal Rejo Tak Selesai Dikerjakan

MUARA ENIM, WN – Warga RT 4 Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim mengeluhkan kondisi jembatan yang dibangun tahun 2016 yang lalu tak selesai dikerjakan kontraktornya. Jembatan yang direncanakan untuk menghubungkan antara Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul dengan Kelurahan Tanjung Enim tersebut saat ini terbengkalai dan belum dapat dilalui oleh kendaraan. Padahal pembangunannya dikerjakan tahun 2016 lalu yang menelan anggaran Rp. 1,9 milyar lebih.

Ketua RT 4 Desa Tegal Rejo, Gunadi kepada wartawan mengatakan, bahwa sejak dibangun tahun 2016 lalu, proyek jembatan tersebut belum dapat dilalui kendaraan. Dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk kembali melanjutkan pembangunan jembatan itu sehingga dapat berfungsi dengan baik.

"Kita berharap jembatan itu selesai dikerjakan jangan terbengkalai seperti itu. Memang kendalanya, adanya pembuangan air dari siring warga Kelurahan Tanjung Enim tepat ke tengah badan jembatan, sehingga perlu dipindahkan dahulu ke samping jembatan bila ingin dibangun,” ungkapnya, kemarin(30/1).

Berdasarkan informasi yang didapat, pembangunan jembatan beton RT 4 Desa Tegal Rejo tersebut dibangun oleh Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Muara Enim(sekrang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, red) tahun 2016 lalu dan sebagai pelaksana adalah PT. Buluran Permata Lematang dengan nilai kontrak Rp. 1.964.600.000,-. “Memang pembangunannya sudah selesai untuk pekerjaan tahun 2016 ini,” jelas Pejabat Pembuat Komitmen(PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Muara Enim, Desi Fitrian dikonfirmasi.

Dikatakan Desi, rencananya pada tahun 2017 ini, pembangunan target penyelesaian jembatan akan dikerjakan kembali dan sudah dianggarkan di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Muara Enim. “Anggarannya cuma sebatas itu saja pembangunannya dan volumenya sudah sesuai. Anggarannya dulu Rp. 1,9 milyar,” pungkas Desi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Muara Enim, Ir Ahmad Yani Heriyanto dikonfirmasi juga membenarkan jika pembangunan proyek jembatan Desa Tegal Rejo putus kontrak pembangunannya dikarenakan keterbatasan anggaran. “Karena keterbatasan anggaran tahun 2016. Pembangunan bertahap dahulu, tahun 2017 ini dilanjutkan kembali,” jawab Yani.(LEX)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.