Header Ads

Dinkes Temukan Kasus KLB Campak

Ujang Suherman, SKm
MUARA ENIM, SS - Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim di awal tahun 2017 ini menemukan tiga titik kasus kejadian luar biasa(KLB) penyakit campak yakni di Desa Petar Luar Kecamatan Kecamatan Sungai Rotan sebanyak 10 kasus, Desa Aur Duri Kecamatan Rambang Dangku sebanyak 17 kasus dan Desa Sukamenanti Kecamatan Gunung Megang sebanyak 25 kasus. Terkait kasus KLB campak ini, tim Dinkes Muara Enim telah melakukan vaksinasi massal terhadap penderita campak di masing-masing desa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim, dr Yan Ryadi, Mars melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Ujang Suherman, SKm kepada wartawan mengatakan terkait adanya temuan kasus KLB campak ini, tim Dinkes Muara Enim telah melakukan penyelidikan epidemeologi dan juga telah melakukan pemberian vaksinasi campak kepada para penderita.

“Desa-desa yang terjadi KLB campak ini adalah desa yang tidak UCI(united Cail Imunization) dan rata-rata penderita campak berumuk 3 tahun(Balita),” ungkap Ujang di Kantornya, Kamis (16/2).

Dikatakan dia, secara fisik tanda-tanda penderita campak adalah ditandai dengan demam tinggi dan ruam pada kulit. Penyakit campak secara langsung, kata dia, memang tidak menimbulkan kematian jiwa, namun bila berefek samping kepada penderita penyakit lainnya seperti sesak napas, maka kemungkinan dapat menimbulkan kematian juga ada.

"KLB campak seperti ini memang sering jika memasuki musim penghujan. Campak disebabkan virus dan menular. Kebanyakan penderita yang terkena balitanya tidak diimunisasi campak,” jelasnya.

Kejadian luar biasa (KLB) campak di tiga desa tersebut, terang Ujang, juga dipengaruhi faktor orang tua balita yang tidak mau anaknya diimunisasi sejak lahir.

“Ada pemahaman berbeda dari orang tuanya soal imunisasi, padahal kita setiap tahun dilaksanakan Pekan Imunisasi Nasional(PIN) yang juga didalamnya ada vaksin campak. Dengan adanya temuan ini, kami tim dinkes di bulan Februari ke depan terus akan melakukan sweeping di desa-desa terdekat di tiga desa tersebut guna mengetahui penyebaran dan tingkat KLB campak yang terjadi. Bila ada ditemukan lagi akan segera dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel dan Kementerian Kesehatan dalam 1 x 24 jam. Kita meminta agar masyarakat juga dapat segera memberikan informasi jika ada KLB penyakit apapun di musim penghujan seperti sekarang ini,” pungkas dia.(LEX)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.