Header Ads

Jembatan Enim 3 Putus, Badan Jembatan Ambruk

* LSM Nilai Ada Kesalahan Perencanaan

MUARA ENIM, SS - Pasca turunnya badan Jembatan Enim 3 beberapa hari yang lalu, tim Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Muara Enim melaksanakan survey lokasi dan berkomunikasi dengan masyarakat setempat. Sementara kecaman dari berbagai elemen masyarakat atas kejadian tersebut terus berdatangan.

Dari pantauan di lokasi Jembatan Enim 3, kemarin(28/2), sekelompok masyarakat mendatangi lokasi Jembatan Enim 3 yang sudah tidak terpakai. Masyarakat yang mengaku warga Desa Karang Raja Kecamatan Muara Enim ini secara swadaya membangun jembatan sementara dari bahan bambu untuk dilalui warga ke persawahan. Selain untuk jalan kaki, jembatan bambu ini juga dilalui sepeda motor.

"Kedatangan kami kesini cuma menanyakan, katanya Pol PP mau bongkar jembatan sementara kami ini. Jembatan ini dibutuhkan warga untuk ke sawah yang sedang panen,” ungkap salah seorang warga.

Hampir berbarengan dengan turunnya tim Dinas PUTR Kabupaten Muara Enim, tim Satpol PP Kabupaten Muara Enim juga diturunkan guna menenangkan situasi. Kepala Bidang Jasa Konstruksi Dinas PUTR Kabupaten Muara Enim, M Elfin Muchtar kepada warga mengatakan jika tidak terlalu lama lagi Jembatan Enim 3 yang mengalami longsor ini akan diperbaiki. “Kami memastikan tidak lama lagi akan segera dibangun,” jelasnya.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Muara Enim, Ir A Yani Heriyanto dihubungi melalui ponselnya pun mengatakan jika pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera memperbaiki jembatan tersebut sehingga dapat dilalui masyarakat kembali. “Memang jembatan Enim 3 itu sudah putus dan tidak bisa dilewati lagi oleh kendaraan.  Sekarang dalam persiapan segera untuk diperbaiki,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LSM Pemerhati dan Pemantau Pembangunan Sumatera Selatan (PPPSS), Rimpa Gaya menilai jika pembangunan jembatan Enim 3 sudah salah secara desain dan konstruksi dari awal pembangunannya.

“Yang pasti itu salah perencanaan. Pada awalnya pembangunan lokasi Jembatan Enim 3 itu bukan disana letaknya, namun entah kenapa lokasinya ditempatkan disana. Secara bentang jembatan dan struktur tanah disana juga tidak memungkinkan dibangun jembatan. Sehingga kejadian ini menurut saya, murni kesalahan perencanaan di awalnya,” tutur Rimpa.(LEX)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.