Header Ads

Pembangunan Pasar Inpres Tersendat

MUARA ENIM, SS – Pembangunan Pasar Inpres Kota Muara Enim senilai Rp. 36,7 milyar yang dikerjakan oleh PT. Reka Konstruksi diduga tersendat pembangunannya karena keterbatasan anggaran pencairan pada tahap pertama tahun 2016 lalu.

Selain itu, penyebab keterlambatan pembangunan diduga karena adanya perubahan penganggaran pembangunan lanjutan yang semula di Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang (PU CKTR) Kabupaten Muara Enim tahun 2016 ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Muara Enim pada tahun 2017 ini dan keterlambatan pencairan permohonan pihak ketiga kepada Pemkab Muara Enim.

Dari pantauan di lapangan, Rabu (22/2) pembangunan nyaris terhenti karena tak satupun pekerja bangunan ada di lapangan. Beberapa petugas yang ada hanya berupa tiga orang sekuriti yang ditugaskan berjaga di pintu masuk lokasi pembangunan.

“Pembangunan konstruksi bangunan sedang dilakukan pengecoran lantai 2 sekarang ini masih menunggu kendaraan cor datang,” ungkap salah seorang sekuriti kepada wartawan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Alexander dikonfirmasi mengatakan jika proyek tersebut langsung dilaksanakan selama dua tahun pengerjaan karena sifatnya multiyears. Saat ini, pelaksanaan pembangunan fisik di lapangan telah terlaksana 38 persen.

“Kontraktornya melaksanakan pembangunan sampai selesai (finishing) karena tidak lagi ditender. Kontraktor sudah mengajukan penagihan sebesar Rp. 12 milyar dan sudah dibayar Pemkab Rp. 7 milyar, sisa penagihan awal lalu yakni Rp. 5 milyar belum dibayar dan mereka menagih itu,” terang Alex.

Saat ini, terang dia, kontraktor masih bekerja, namun menurut kontraktor karena keterbatasan modal akhirnya pihaknya hanya mempekerjakan hanya sedikit pekerja saja. “Masih bekerja, tidak terhenti total. Dan sekarang mereka sedang mempersiapkan untuk pengecoran lantai 2,” jawab Alex.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Muara Enim, Ir A Yani Heriyanto dikonfirmasi melalui ponselnya membantah jika pekerjaan proyek Pasar Inpres terhenti pembangunannya. Menurut Yani, saat ini kontraktor sedang mengurangi tenaga kerja karena faktor dana dan ada sisa tagihan tahun 2016 yang belum dibayarkan.

“Itu bukan mereka bae, ado rekanan lain juga belum dibayar karena Pemda (Pemkab,red) masih menunggu transfer dana pusat yang berkemungkinan besar di bulan Maret ini akan segera dibayar,” jelasnya.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Muara Enim, H Ramlan Suryadi ST MSi mengatakan bahwa saat ini pengelolaan pembangunan Pasar Inpres Muara Enim dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Muara Enim.

Awalnya memang proyek multiyears tersebut dikelola oleh Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kabupaten Muara Enim yang sebelumnya dipimpinnya. Namun, karena adanya perubahan nomenklatur dinas yang berubah menjadi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Muara Enim dan setelah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Muara Enim, akhirnya penganggaran dana lanjutan pembangunan Pasar Inpres Muara Enim dianggarkan oleh Dinas PUTR Kabupaten Muara Enim.

“Kami sudah sering berkoordinasi dengan PUTR dan sudah dilakukan serah terima bangunan terhadap pekerjaan di tahun 2016 lalu yang masih menjadi tanggungjawab Dinas PU CK,” ungkap Ramlan.

Dikatakan Ramlan, pada serah terima tersebut juga dihadiri oleh pejabat Dinas PUTR Kabupaten Muara Enim berikut penanggungjawab kegiatan di Dinas PU CK Kabupaten Muara Enim dahulu.

“Setelah pertanggungjawaban atas proyek tersebut dan terhadap pekerjaan lanjutan pembangunannya di tahun 2017 ini akan melibatkan tim proyek terdahulu yang sebagian timnya masih bekerja di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Muara Enim akan digabung dengan tim pembangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Muara Enim saat ini,” terang dia.

Sementara secara anggaran, dana pembangunan proyek multiyears tersebut di tahap kedua (tahun 2017,red) telah dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Muara Enim. “Tahun 2017 ini, secara dana dan pertanggungjawaban sudah dipegang Dinas PUTR, namun personil timnya masih melibatkan tim dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Muara Enim,” pungkas dia.(LEX)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.