Header Ads

Trauma Dirampok, Aktivitas Sekolah Ini Lumpuh

PALI, SS - Aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 2 Penukal Utara Kabupaten PALI sudah beberapa hari ini lumpuh pasca ke lima guru yang mengajar di sekolah tersebut disatroni empat kawanan perampok di rumah kontrakannya di Desa Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara pada 26 Januari lalu, sekitar pukul 03:00 dini hari.

Akibatnya, tiga unit sepeda motor milik para guru tersebut dirampas oleh empat kawanan perampok yang mengancam menggunakan senjata tajam. Selain tiga sepeda motor, laptop serta berkas penting yang ada dalam tas dimasing-masing guru tersebut turut dibawa kabur.

Menurut keterangan Kepala SMPN 2 Penukal Utara Wadia Astuti, keempat guru yang mengajar tersebut pergi entah kemana. Sebab, mereka takut dan khawatir akan terjadi hal-hal buruk. Sebelumnya salah seorang guru tersebut dihubungi oleh kawanan perampok melalui selular, akan diancam dibunuh jika sampai melaporkan kepihak kepolisian atau sampai ada yang ditangkap.

"Sudah kejadian, paginya saya yang menemani membuat Laporan Kepolisian di Mapolsek Penukal Utara. Waktu sampai dirumah, mereka di telpon oleh perampok itu. Katanya akan membunuh mereka, jika sampai berani melaporkan ke polisi apalagi sampai ditangkap," jelasnya, Rabu (1/2).

Merasa mendapat ancaman, lanjut Wadia, ke lima guru tersebut pergi menyelamatkan diri karena selain trauma, juga merasa ketakutan akan ancaman tersebut.

"Semuanya PNS, ada yang dari Palembang, Jambi, Lampung dan dari pulau Jawa. Saya tidak tau mereka kemana, yang jelas disekolah ini tidak ada guru pendidik lagi. Jadi mau tidak mau para siswa harus diliburkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Kita juga sudah membuat laporan kedinasannya kepada atasan kita, tapi hingga saat ini belum ada solusinya," tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI Abu Hanifah, saat meninjau langsung SMPN 2 Penukal Utara, mengatakan bahwa guru-guru tersebut trauma dan takut untuk mengajar karena posisi perampok sekarang masih berkeliaran bebas.

"Khawatir dan trauma itu pasti, ditambah mereka mendapat ancaman dari pelaku perampokan, serta sampai saat ini pelaku masih bebas berkeliaran, belum bisa diamankan oleh pihak kepolisian. Kita sangat berharap kepada pihak kepolisian agar secepatnya menangkap para pelaku perampokan tersebut," kata Abu.

Sementara, Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan SIK, menegaskan bahwa pihaknya sudah mengantongi indentitas para pelaku perampokan, dari beberapa barang bukti yang sudah diamankan.

"Saat ini pelaku sedang bersembunyi, namun indentitas serta barang bukti sudah kita dapatkan. Anggota kita sudah menyebar dan mengawasi daerah sekitar lokasi. Jadi ketika pelaku menampakkan diri bisa dapat langsung ditangkap," tandasnya.

Dia juga menegaskan kepada para guru yang menjadi korban agar tetap besar hati (jangan takut, red) karena ada petugas dari kepolisian yang selalu melindungi korban, dan berjaga disekitaran rumah korban.

"Petugas kita akan menjaga seluruh korban, ketika sewaktu-waktu pelaku ingin mengancam korban petugas kita siap melakukan penangkapan. Saya tidak memerintahkan pulang para anggota, jika belum membuahkan hasil atau melakukan penangkapan para pelaku tersebut," pungkasnya.(*REGEN)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.