Header Ads

Komite Minta Kepsek SDN 2 Trans Air Limau Diganti

* Wartawan Pertanyakan Dana DAK

MUARA ENIM, SS – Wali murid siswa dan siswi SDN 2 Trans Air Limau Kecamatan Rambang Dangku mengeluhkan oknum Kepala Sekolah SDN 2 Trans Air Limau, EM yang jarang ke sekolah dan berkantor. Aktifitas belajar dan mengajar praktis terganggu dan dikeluhkan juga para guru di sekolah tersebut. 

Ketua Komite SDN 2 Trans Air Limau, Yansyah Kasmadi kepada wartawan mengatakan, bahwa berdasarkan laporan wali murid siswa dan siswi dan guru yang mengajar di sekolah tersebut didapatkan informasi jika oknum Kepsek SDN 2 Trans Air Limau, EM tidak pernah hadir ke sekolah dan tidak pernah mengikuti upacara bendera setiap hari Senin pagi. Selain itu, kondisi sekolah yang terpencil seringkali menjadi alasan Kepsek SDN 2 Trans Air Limau untuk tidak hadir ke sekolah.

“EM tinggal di Kota Prabumulih, sedangkan SDN 2 Trans Air Limau 10 kilometer dari Prabumulih dan harus naik ojek lagi sekitar 5 kilometer ke dalam. Kondisi inilah yang membuat dirinya(Kepsek) jarang ngantor ke sekolah,” ungkap Yansah, Minggu (5/3).

Selain itu, berdasarkan informasi dari para guru, kebijakan oknum Kepsek SDN 2 Trans Air Limau, EM baru-baru ini menuai protes dari para guru dikarenakan secara sepihak memberhentikan sebanyak 4 orang guru honor dan mengangkat diduga masih anak dan keponakan dari oknum Kepsek SDN 2 Trans Air Limau, EM tersebut untuk menjadi guru honor di sekolah tersebut.

“Kami sebagai walimurid sangat prihatin dengan kondisi ini. Bagaimana, mutu pendidikan anak kami jika birokrasi sekolah seperti ini. Untuk itu, kami sudah membuat surat untuk mengajukan keberatan atas tindakan oknum Kepsek SDN 2 Trans Air Limau, EM ini ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim dan meminta agar oknum Kepsek SDN 2 Trans Air Limau, EM dapat dipindahkan atau diberhentikan,” tegas dia.

Selain itu, baru-baru ini, SDN 2 Trans Air Limau mendapatkan pembangunan gedung perpustakaan dari dana alokasi khusus(DAK) tahun 2016 senilai Rp. 185 juta. Walaupun pembangunannya secara swakelola, tetapi kata Yansah, oknum Kepsek SDN 2 Trans Air Limau, EM tidak melibatkan komite dan tokoh masyarakat setempat dalam pengelolaannya.

"Kami juga mempertanyakan hal ini. Sungguh tidak layak pembangunan perpustakan ini dengan dana Rp. 185 juta itu seharusnya sekolah sudah mendapatkan gedung yang layak untuk perpustakaan,” pungkasnya.

Dari pantauan wartawan di lapangan, kondisi perpustakaan SDN 2 Desa Trans Air Limau tersebut memang benar adanya dibangun. Namun, dari kondisi yang ada, beberapa bagian bangunan perpustakaan sudah mulai hancur dan beberapa bagian perpustakaan tidak dikerjakan oleh oknum Kepsek SDN 2 Trans Air Limau, EM.

Ketua Koalisi Aspirasi Wartawan dan LSM (KAWAL), Usdek Sembiring didampingi Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muara Enim, Pili Hardiansah yang meninjau laporan masyarakat tersebut mengatakan bahwa pihaknya akan mempertanyakan proses pembangunan dan kualitas pembangunan perpustakaan ini ke Kepsek SDN 2 Trans Air Limau dan penyidik hukum untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Jangan sampai dana DAK dari uang Negara ini hanya dimanfaatkan oleh oknum Kepsek SDN 2 Trans Air Limau, EM untuk mencari keuntungan pribadi,” kata Usdek.(LEX)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.