Header Ads

Rehab Hotel Griya Serasan Sekundang Dipertanyakan

Bangunan Hotel Griya Serasan Sekundang yang baru direhab dan difungsikan.
Sejumlah pihak mempertanyakan anggaran pembangunan Hotel Griya Serasan Sekundang
yang menelan dana Rp. 5,5 milyar
MUARA ENIM, SS – Rehabilitasi Gedung Hotel Griya Serasan Sekundang Kabupaten Muara Enim senilai Rp. 5,4 milyar pada tahun 2016 lalu dipertanyakan sejumlah LSM dan Ormas.

Pasalnya, dana sebesar itu diperuntukkan merehab diduga hanya sebagian kecil Hotel Griya Serasan Sekundang Muara Enim saja, sementara anggaran dana rehab menelan dana miyaran rupiah.

Dari pantauan di lapangan, diduga PT. Pilar Mas Utama sebagai pelaksana pembangunan hanya mengerjakan sebagian bongkar atap dipasang rangka baja ringan pada bagian atas hotel, pemasangan keramik sebagian, pengecatan dan penambahan interior hotel.

Walaupun kontrak pelaksanaan telah habis pada akhir tahun 2016 lalu, namun sejumlah pekerja kontraktor masih mengerjakan bagian atap yang diklaim pihak hotel masih bocor serta penambahan finishing bagian luar hotel. 

“Kontraktor diduga hanya mengerjakan ganti atap sebagian, pemasangan keramik hotel, pengecatan dan sedikit pemasangan interior. Tidak ada sama sekali pergantian meubiler, kasur ataupun peralatan lainnya yang masih menggunakan yang lama. Ini sudah diselidiki pihak Kejaksaan Negeri Muara Enim diduga terkait adanya dugaan mark up pekerjaan rehab hotel ini,” ungkap salah satu sumberSinar Sumatera.com, Kamis (30/3).

Ketua LSM SIGAP Kabupaten Muara Enim, Suhaimi Dahalik diminta tanggapannya mengatakan jika benar bahwa dana rehab Hotel Griya Serasan Sekundang Muara Enim ini dianggarkan Rp. 5,4 milyar, maka sangat diperlukan audit oleh BPKP Sumsel supaya jelas jika ada penyimpangan anggaran pada pembangunannya.

“Memang kalau dilihat sekilas, ada dugaan indikasi mark up anggaran apalagi melihat pembangunannya cuma rehab sedikit bagian saja,” jelas Suhaimi.

Dikatakan dia, setelah adanya audit BPKP tersebut, maka akan jelas apakah ada penyimpangan anggaran atau tidak pada pelaksanaan pembangunan. “Jadi kami menyarankan agar temuan ini dapat ditindaklanjuti oleh BPKP untuk mengaudit secara benar bangunan tersebut. Tentu saja, jika ada penyimpangan, maka akan ada indikasi kerugian Negara, soal besarannya berapa, mereka BPKP yang berhak mengeluarkan rinciannya,” pungkas dia.

Sementara, Kuasa Pengguna Anggaran(KPA) Rehab Hotel Griya Serasan Sekundang yang juga eks Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Muara Enim, H Ramlan Suryadi dimintai komentarnya soal adanya kritik yang disampaikan terkait pembangunan Hotel tersebut mengatakan jika pembangunan tersebut dilaksanakan oleh kontraktor dan sudah diupayakan untuk dikerjakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Dikatakan dia, dari tampak luar, pembangunan hotel tersebut memang seperti tidak ada perubahan fisik, akan tetapi kegiatan pekerjaan sebagian besar berupa perbaikan interior ruangan. “Tampak luar memang seperti itu. Sebagian besar kegiatan pekerjaan interior dalam dan interior dalam kamar, termasuk kamar mandi dan sarana pendukung lainnya,” pungkas Ramlan.(LEX)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.