Header Ads

UKM IRT di Muba Butuh Perhatian Pemerintah

MUBA, SS – Berbagai macam Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dijalankan Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tampaknya perlu mendapatkan perhatian secara serius oleh pemerintah daerah setempat agar usahanya itu dapat berkembang sebagai penggerak perekonomian masyarakat kecil. Seharusnya melalui pinjaman dana Keridit Usaha Rakyat (KUR), salah satu program dari pemerintah sebagai pinjaman modal usaha serta bantuan lainnya agar usaha ekonomi kecil dapat berkembang lebih baik lagi.
 
Tetapi kenapa masih banyak ibu-ibu rumah tangga yang membuka usaha-usaha kecil masih sulit berkembang karena terkendala modal. Seperti diungkapkan Mar, warga Dusun Lama Kelurahan Soak baru Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin yang membuka usaha keripik dan kue kering saat dijumpai portal ini dikediamannya, Kamis (23/3/2017).

Dikatakannya, selain membuka usaha keripik dan kue kering ia juga mengajarkan membaca dan menulis Al-Qur’an bagi anak-anak dikampungnya. “Sudah hampir tiga tahun saya menekuni usaha pembuatan keripik dan kue kering dengan modal dan alat seadanya. Keripik dan kue kering tersebut saya titipkan ke warung-warung yang ada di Kecamatan Sekayu ini. Hasilnya juga tidak seberapa, tapi saya tetap bersyukur. Jadi untuk menunjang kebutuhan hidup lainnya, saya juga menjadi tenaga pendidik dengan mengajarkan baca dan tulis Al-Qur’an bagi anak-anak disini,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika memiliki modal berkeinginan untuk mengajarkan usaha yang dirintisnya ini kepada remaja putri.”Saya punya rencana bila nanti ada modal akan mengajak remaja putri belajar wira usaha dalam hal pembuatan keripik dan kue kering. Maka dari itu saya membutuhkan dukungan dan perhatian berbagai pihak terutama dari pemerintah agar usaha saya ini dapat berkembang,” terangnya.
Hal senada diungkapkan, Timah warga Simpang Selarai Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin. Menurutnya sebagai seorang ibu rumah tangga dengan satu orang anak dan dua orang keponakan yang masih bersekolah, ia harus bekerja keras dalam mencari makan serta kebutuhan sehari-hari.

Dijelaskannya, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, ia menjual sayur kangkung dan membuat kerupuk kemplang bakar berbahan ikan. Kerja sampingan sebagai pembuat kerupuk itu telah dilakoninya dalam kurun waktu 7 tahun dengan modal pas-pasan. Terkadang ia harus meminjam uang dari tetangga untuk menambah modal.

“Dengan modal seadanya, usaha kerupuk dan kemplang ini telah saya jalankan selama tujuh tahun. Kalau pemasukan lagi macet, terpaksa saya harus pinjam kepada tetangga sebagai modal.Saya berharap dengan usaha ini dapat menopang keluarga, walaupun masih belum mencukupi kebutuhan,” harapnya.

Ia mengaku bahwa selama ini dirinya belum perna mendapat bantuan apapun dari pemerintah. “Sampai saat ini saya belum pernah mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah. Jelas saya sangat berharap agar pemerintah lebih memperhatikan dan dapat memberikan bantuan modal agar saya dapat mengembangkan usaha ini,” tandasnya.(M.Syaukar)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.