Header Ads

FMJK Minta Pemkab Lahat Segera Lunasi Upah Kontraktor

LAHAT, SS - Belum dilunasinya upah kontraktor di oleh Pemkab Lahat, membuat ratusan warga mengatasnamakan Forum Masyarakat Jasa Kontruksi (FMJK) Kabupaten Lahat menggelar aksi unjuk rasa di halaman Pemda Lahat, Kamis (30/11).

Dalam aksi yang diwarnai dengan rasa emosional itu, para pengunjuk rasa meminta Pemda Lahat dalam hal ini Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Rivai SE untuk segera membayar para kontraktor. Namun nyatanya melihat  kondisi keuangan kas daerah dari Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Lahat kosong membuat para ratusan kontraktor ini mempertanyakan hal tersebut.

Bahkan para pengunjuk rasa pun juga menggelar orasi dan unek-unek mereka dihadapkan Plt Sekda Lahat, H Haryanto SE MM MBA.

Pelaksanaan unjuk rasa tersebut juga dikawal oleh puluhan anggota Polres Lahat yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lahat, AKBP Robby Karya Adi SIK.

Tak hanya itu saja, tuntutan para pengunjuk rasa juga diarahkan terhadap para anggota DPRD Kabupaten Lahat yang mempertanyakan dana aspirasi dewan. Dimana dana aspirasi dewan lebih penting ketimbang pembayaran upah kontraktor.

"Kami ini kesini melakukan aksi damai ini ingin menuntut hak kami . Dan kami pun minta kejelasan mengapa pembayaran kontraktor belum dilunasi. Sebab kami yang ada disini ingin makan Pak," ujar Koordinator Aksi, Junaidi S Sos.

Bahkan lanjut Junaidi, sebelumnya para perwakilan kontraktor sudah melakukan koordinasi kepada Sekda Lahat agar upah kontraktor dapat segera dilunasi. 

"Pada tanggal 13 November lalu perwakilan para kontraktor sudah berkoordinasi dengan Sekda Lahat yang juga sebagai Kepala BKD Lahat, namun dari sana mereka menjanjikan agar upah kontraktor dapat segera dilunasi paling tidak akhir November ini, namun nyatanya sampai sekarang ini janji yang diucapkan kepada kita adalah bohong karena itulah kami ingin menuntut hak kami," tegasnya lagi.

Tak hanya itu saja, pihaknya mengharapkan agar Bupati Lahat selaku kepala daerah bertanggung jawab atas hal tersebut.

"Kami inginkan Bupati Lahat H Saufudin Aswari Rivai bertanggung jawab atas hal ini. Mengapa upah para kontraktor di Kabupaten Lahat belum dilunasi, apalagi kami ini punya hak dan juga kami ini ingin makan," terangnya.

Dirinya juga menegaskan, jika hak mereka belum dibayar, tentunya ratusan para kontraktor akan melakukan unjuk rasa dengan masa yang lebih banyak lagi. Bahkan akan menduduki Pemda Lahat sampai upah para kontraktor dapat dilunasi sepenuhnya.

"Jadi dalam unjuk rasa ini kami menuntut segera realisasikan pembayaran untuk pengerjaan proyek ahun anggaran 2017 paling lambat tanggal 5 Desember 2017. Kemudian kami minta keuangan daerah harus transparan," terangnya kembali. 

Sementara itu, ada juga kontraktor yang mengeluh dan menunjukkan pesan SMS dihadapkan Plt Sekda Lahat yang mana gara-gara upah kontraktor belum dibayar, menjadikan dirinya merasa tertekan.

"Pak, saya ini tertekan sekali dan stres memikirkan hal ini. Mana Pak Bupati Lahat, keluar Pak. Kami ini mau hak kami dibayar," tegasnya dengan berapi-api.

Bahkan dirinya juga menyinggung anggota DPRD Kabupaten Lahat yang mana dana miliaran rupiah sebagai dana aspirasi selalu diberikan tanggaapan terus oleh pihak Pemda ketimbang pembayaran para kontraktor yang susah payah mendapatkan satu atau dua paket proyek.  

Ditempat yang sama, Plt Sekda Lahat, H Haryanto meminta maaf kepada para ratusan kontraktor yang sampai saat ini upah mereka belum dibayarkan. 

"Kemarin sudah kita usahakan agar pencairannya cepat terlaksana, namun nyatanya masih belum juga. Dan sudah berulang kali kita lakukan dan mencari jalan keluar," katanya.

Tak hanya itu saja, H Haryanto menegaskan untuk masalah kebijakan, tentunya kebijakan tersebut langsung dari Bupati Lahat bukan dari Sekda.

"Untuk kebijakan itu dari Pak Bupati, karena kami tidak bisa memberikan kebijakan," tegasnya.

Mendengar hal itu, ada pula kontraktor yang emosi dan mengatakan bahwa mereka ingin haknya dapat dibayar secepatnya. Bahkan membuat sebagian pengunjuk rasa juga terpancing emosinya. Melihat hal tersebut, Sekda Lahat langsung dikawal masuk ruangan dengan pengawalan Polisi dan Pol PP sehingga membuat para demonstrasi merasa kecewa atas kejadian tersebut.

"Tadi saya katakan jangan emosi, lihat sendiri hasilnya, pejabat Pemda Lahat tidak ada lagi dilapangan ini," ungkap Topan.

Sementara itu, Kapolres Lahat, AKBP Robby Karya Adi SIK menegaskan agar para pengunjuk rasa tidak melakukan anarkis.

"Silakan saja lakukan unjuk rasa dan silakan sampaikan pula unek-uneknya, tapi ingat jangan lakukan anarkis disini, apalagi anggota saya lebih banyak dari kalian dan ada disini juga," perintahnya.(Argho/SO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.