Header Ads

Ini Cara Pengusaha Tahu Siasati Harga Dipasaran

PRABUMULIH, SS – Untuk menyiasati penjualan tahu dipasaran agar tetap bertahan, sejumlah pengusaha pembuatan tahu di Kota Prabumulih mulai memberikan pilihan harga paketan kantong, sampai pengurangan bentuk ukuran tahu yang dijual di konsumen.

“Kita terpaksa mengurangi bentuk ukuran tahunya, namun kualitas rasa tetap kita jaga agar usaha kita ini tetap bertahan,” ungkap Kasrun (50) saat ditemui dirumah produksi pembuatan tahu miliknya, di kawasan Prabusari Kecamatan Prabumulih Selatan, Senin (4/12).

Dibeberkannya, harga bahan baku kedelai saat ini stabil harga Rp 8.000 perkilo tapi ada juga yang jual lebih dari itu, dirinya bersama pengusaha pembuat tahu lainnya yang berada di daerah tersebut, sempat panik. Kenaikan harga bahan baku kedelai kali ini disebutnya adalah yang terparah sejak beberapa tahun terakhir, sebelumnya harga kedelai sempat mengalami kenaikan dari harga Rp6.000 perkilo naik menjadi Rp8.000 perkilonya. “Namun kami tetap bersyukur, meski naik stok bahan baku kedelai tetap banyak,” ujarnya.

Diakui Kasrun, untuk stok bahan baku kedelai dirinya bersama pengusaha dan pedagang tahu lainnya mengambil dari provinsi tetangga, Lampung. “Untuk masalah stok, kami tidak khawatir karena mengambil dari Kota Lampung, tapi khawatir harganya sebab bila naik lagi kami khawatir. Ini saja kita terpaksa mensiasati dengan mengurangi bentuk ukuran potongan tahunya,” sebut Kasrun, seraya berharap pihak Pemerintah dapat memberikan bantuan bahan baku kedelaikepada sejumlah pengusaha tahu kota Prabumulih .

Diantaranya dia katakan, dengan memberikan empat pilihan potongan yang dijual dalam bentuk paket kantong pilihan, mulai dari harga Rp15 ribuan perkantong hingga mencapai ratusan ribu perkantong tergantung banyak dan ukuran bentuk potongan tahu. Hal itu mereka lakukan untuk menjaga kualitas rasa dan kepuasan pelanggan kepada salah satu makanan empat sehat lima sempurna tersebut.

"Banyak ibu-ibu yang sudah lama menjadi pelanggan kita, akan keberatan kalau harga tahu tiba-tiba dinaikkan drastis atau ukurannya diperkecil. Sehingga disiasati dengan membuat empat pilihan ukuran tahu dan dijual sesuai pilihan konsumen," jelas Kasrun.

Cara ini pun dirasakannya cukup berhasil dan tidak menemui hambatan di pasaran. Terbukti, dari produksi 70 kilogram kedelai untuk pembuatan sebanyak 50 ribu potongan tahu setiap harinya, selalu terjual habis. “Alhamdulillah, selalu tidak tersisa. Dari rata-rata sekitar 70 kilogram pembuatan bahan baku kedelai menjadi tahu setiap harinya selalu habis,” tukasnya.

Kondisi yang sama juga ditemukan pada pengusaha tahu lainnya. Rata-rata produksi penjualan tahu di kawasan yang terkenal dengan sentra pembuatan tahu tersebut, tidak banyak mengalami penurunan. “Penjualan tahu disini tetap stabil, tidak begitu ada penurunan. Hanya ada beberapa hari kemarin, karena permintaan dari kelompok dan pedagang tahu-tempe yang meminta untuk melakukan mogok penjualan tahu, tapi itu tidak lama cuma 2 hari pak, dan sekarang sudah berjualan lagi,” ujar salah satu pengusaha pembuat tahu lainnya, yang enggan menyebutkan namanya.(Nr)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.