Header Ads

Pertamina Lakukan Pengeboran Dua Sumur Baru

PRABUMULIH, SS - Meningkatnya harga minyak dunia memberikan angin segar bagi pebisnis. Begitu juga dengan kegiatan Hulu Migas yang mulai menampakkan geliat ke arah positif.

Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya pengeboran dua sumur baru yakni NR-57 di Kabupaten Muara Enim dan TLJ-39 INF di wilayah Kota Prabumulih. Dengan dilakukannya pengeboran sumur baru ini merupakan bentuk usaha dari Pertamina EP Asset 2 untuk meningkatkan jumlah produksi dan cadangan migas.

Sumur NR – 57 sendiri telah ditajak pada tanggal 01 Desember 2017 dengan rencana waktu pengeboran selama dua minggu sementara sumur TLJ – 39 INF ditajak seminggu kemudian dengan rencana waktu pengeboran hingga dua bulan. Pengeboran ini merupakan Rencana Kerja 2017 yang telah mendapatkan persetujuan dari SKK Migas selaku badan pengawas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) di Indonesia.

General Manager Asset 2, diwakili oleh Senior Exploitation Manager, Daja Djuang mengungkapkan rasa syukurnya bahwa Perusahaan masih diberikan kesempatan untuk dapat melakukan pengeboran hingga akhir tahun 2017. Bahkan rencananya, di tahun 2018 PT Pertamina EP Asset 2 akan melakukan pengeboran 14 sumur baru baik Eksplorasi maupun Eksploitasi yang diharapkan dapat meningkatkan cadangan dan menyumbang pendapatan bagi negara.

"Pertamina akan terus berkomitmen untuk menjadi produsen minyak utama di negeri sendiri. Meskipun harga minyak dunia sempat turun namun Pertamina tetap berusaha untuk meneruskan aktifitas pengeboran. Seperti yang saat ini kita resmikan," ujarnya saat peresmian TLJ-39 INF, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan pada Selasa (19/12).

Lebih lanjut Daja Djuang membeberkan, saat ini Indonesia merupakan negara importir minyak. Hal itu ditunjang dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki khususnya energi fosil yang lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan.

"Produksi migas harian Indonesia hanya sekitar 800rb bopd sementara yang dikonsumsi mencapai 1,6 juta bopd, oleh sebab itu sebagai masyarakat kita harus menghemat penggunaan energi tak terbarukan ini," tambahnya.

Sementara, Asisten III, Bidang Administrasi Umum, H Apriadi mengajak masyarakat dan perangkat pemerintahan untuk mendukung program perusahaan maupun pemerintah agar hasil yang diperoleh dapat kembali serta dinikmati oleh masyarakat.

"Saya sampaikan kepada para pemerintah daerah, camat, lurah hingga desa agar mendukung program pengeboran yang dilakukan oleh Pertamina, karena pada akhirnya hasil berupa dana bagi hasil yang didapatkan akan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat," imbaunya.

Dalam kegiatan selamatan persemian sumur baru tersebut, pihak Pertamina EP Asset 2 juga memberikan santuanan sbako sebanyak 630 paket kepada masyarakat, santunan anak yatim serta bantuan lainnya bagi masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat, serta doa bersama agar keberhasilan kegiatan perusahaan berjalan tanpa ada hambatan berarti.(Nr)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.