Header Ads

PSI Optimis Lulus Verifikasi Pemilu

PALEMBANG, SS - Dalam pemantapan dan persiapan verifikasi faktual dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 15 Desember nanti, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumsel menggelar Kopi Darat Wilayah (KopDarWil) ke-V.

Bertempat di Auditorium DPW PSI Sumsel, Jalan Soekarno-Hatta Palembang dihadiri seluruh Ketua DPD PSI se-Sumsel, Sabtu (10/12/2017).

“Kopi darat kita gelar pada hari ini bersama 17 DPD PSI se-Sumsel, tidak lain untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi verifikasi faktual oleh KPU,” ungkap Ketua DPW PSI Sumsel Alvin Kenedy.

Dijelaskan Alvin Kennedy, PSI secara administrasi sudah lolos, kini kita mempersiapkan dan memantapkan verifikasi faktual, sambung pengusaha muda ini, Kopdarwil kali ini DPW PSI menggelar seminar bagi Bacaleg baik dari kalangan internal maupun eksternal.

“Kita datangkan pemateri dari konsultan politik  terbaik di Indonesia, Direktur Program SMRC Prof Sirojudin Abbas PhD untuk menghadapi pemilihan calon legislatif pada 2019 mendatang,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, untuk bakal calon legislatif yang telah terdaftar di DPW sebanyak 150 orang, yang baru mengikuti proses seleksi sebanyak 45 orang.

"Kita melakukan seleksi bacaleg memang secara ketat, seperti melihat visi misi mereka yang memiliki komitmen dalam memberantas korupsi dan anti intoleransi,” sebutnya.

Disinggung apakah PSI sendiri dalam proses pilkada 2018 mendatang dari calon gubernur sampai bupati/walikota adakah yang meminta dukungan, Alvin menyebutkan, hingga kini baru balon Walikota Lubuklinggau Prana Putra Sohe.

“Baru Lubuklingau yang telah resmi, untuk Sumsel baru Pak Ishak menjalin komunikasi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PSI Raja Juli Antoni mengatakan, secara administrasi Sumsel sudah siap meski masih ada sedikit masalah dalam penyebaran kartu tanda anggota.

Menurut dia, PSI adalah partai yang dimiliki anak muda, yang memang masih kurang dalam pengalaman politik.

"Jadi seleksi ketat yang kami terapkan dalam seleksi bakal calon legislatif sangat diperlukan, karena nanti mereka mengemban amanat besar dalam mengawal aspirasi masyarakat, yang mana aspirasi masyarakat yang belum terealisasi dan anggaran mana yang dipotong,” pungkasnya.(Nr/yan)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.