Header Ads

Sawah Tadah Hujan Topang Perekonomian Warga

LAHAT, SS - Sawah tadah hujan masih menjadi pilihan petani di daerah Jalan Kehutanan Bandar Jaya Kabupaten Lahat untuk memproduksi padi sebagai mata pencaharian sehari-hari.

Para petani didaerah itu khawatir terjadi gagal panen karena curah hujan dalam dua bulan terakhir masih tidak menentu, sehingga menyebabkan pertumbuhan padi terhambat.

Kurangnya curah hujan sepekan terakhir mengakibatkan sawah mulai mengering dan pada hari ini, Senin (11/12) hujan turun dengan derasnya yang mengakibatkan sawah menjadi banjir.

"Dide ujan seminggu saje sawa nilakehing, sate ujan dehas banjir," keluh Darmansyah petani setempat dengan logat daerahnya.

Selain itu, pemberian pupuk subsidi yang menurun juga menjadi keluhan para petani di daerah tersebut. "Mak ini ahi sukah dapat pupuk subsidi, janganka dapat, melinye saje kadang la habis duluan,” ujar Bujang Sajari petani lainnya.

Hal senada juga diungkapan Ali Akbar yang mengatakan, bahwa modal yang dikeluarkan petani untuk membeli pupuk dan keperluan produksi lainnya terkadang tidak sebanding dengan hasil yang didapat. "Modal lah nak sejuta lebih, gi dapat behas due pikul,” ungkapnya.

Para petani tadah hujan daerah itu tetap bertahan dengan keadaan tersebut walaupun hasil yang didapat hanya untuk memenuhi kebutuhan beras pribadi.(Arg)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.