Header Ads

Tim Saksi Paslon Independen Diimbau Tidak Melakukan Intervensi Saat VF PPS

LAHAT, SS - Anggota Panwascam dan PPK bertindak cepat dengan melakukan koordinasi dan pencegahan terkait adanya indikasi intervensi yang hendak dilakukan tim saksi salah satu Pasangan Calon (Paslon) Independen saat dilakukan Verifikasi Faktual (VF-red) oleh Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kecamatan Merapi Barat.

Untuk itu, agar pelaksanaan Pemilukada Lahat dan Pilgub Sumsel 2018 berjalan dengan lancar tanpa adanya pelanggaran, Panwascam mengimbau agar para saksi maupun Liassion Officer (LO) agar saat VF dilakukan tidak melakukan Intervensi.

Ketua Panwaslu Kabupaten Lahat Sepsata Andrian melalui Divisi Pencegahan, Pengawasan dan Hubal Panwascam Merapi Barat Feri Febriansyah mengatakan, dari hasil pengawasan Verifikasi Faktual ditingkat PPS hari Jum'at (15/12) ditemui adanya laporan bahwa saksi ahli salah satu Paslon Independen (Purnawarman-Rozi-red) hendak melakukan intervensi namun dengan sigap hal ini dapat dicegah sehingga tidak terjadi pelanggaran.

"Hari ini anggota PPK dan PPS bahkan saksi ahli dari Desa Muara Temiang juga ikut dipanggil untuk meluruskan hal ini. Setelah diberi imbauan dan peringatan akhirnya secara lisan para saksi ahli berjanji tidak akan mengulangi apa yang telah dilakukan," ujarnya didampingi Divisi Penindakan Pelanggaran Parman, SPd.

Ditambahkannya, Panwaslu melalui Panwaslucam mengimbau kepada seluruh Balonbup Independen agar dapat menginstruksikan saksi di tiap desa untuk mematuhi aturan yang berlaku dalam Undang-Undang Pemilu dan tidak melakukan Intervensi serta mengiming-imingi Anggota PPK dan PPS untuk meloloskan proses Verifikasi. Karenanya, seluruh anggota PPS dilapangan jangan ragu untuk mengambil keputusan jika data yang terlampir tidak memenuhi persyaratan.

"Bagi masyarakat yang melihat adanya indikasi pelanggaran selama VF diharapkan dapat memberikan laporan secepat mungkin ke Kantor Panwascam terdekat. Karena jelas apapun bentuknya pelanggaran harus dicegah dan diantisipasi," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PPK Merapi Barat Supriyono melalui Komisioner Ardyansyah menuturkan, sebelumnya pihaknya menerima laporan dari anggota PPS jika ada oknum tim saksi salah satu Paslon dari Desa Muara Temiang hendak melakukan intervensi dengan mengklaim dukungan yang diberikan tidak sesuai dengan data yang ada. Namun, dengan adanya koordinasi yang baik dari Anggota Panswascam hal ini dapat dicegah sehingga proses VF dapat berjalan dengan baik.

"Ada laporan dari PPS kita langsung koordinasi dengan Panwaslucam sehingga pelanggaran bisa dicegah sedini mungkin. Data yang ada di PPS sesuai dengan lampiran yang diterima dari KPU sehingga tidak mungkin berubah seperti yang dituduhkan oknum saksi ahli tersebut," pungkasnya.(Arg)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.