Header Ads

Miris, Kakek Ini Tinggal Digubuk Beratap Plastik

MUBA, SS - Sunguh malang dan sangat tragis nasib yang dialami Hasan, pria berusia 87 tahun ini selama belasan tahun tinggal di Dusun 1 Desa Tanjung Durian Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Ia menghuni sebuah gubuk beratap plastik yang berada sekitar 100 meter tepat di belakang Kantor Kades Tanjung Durian.

Menurut warga sekitar, sejak bercerai dari sang istri, Hasan terpaksa hidup dipersinggahan dan sudah puluhan tahun hidup dalam kemiskinan.

“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, Pak Hasan hanya mengharapkan belas kasihan dari warga yang melintas di depan gubuk yang beratapkan polibek yang saat hujan mengalami kebocoran tersebut. Sedangkan ketika dalam keadaan cuaca panas disiang hari, Hasan keluar dari gubuknya untuk mencari tempat berteduh di bawah pepohonan yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya,” ujar warga kepada portal ini, Rabu (21/02/18).

Sementara Hasan saat dibincangi portal ini mengatakan, bahwa dirinya sudah lama hidup dengan kondisi seperti ini. Selama ini pemerintah tidak peduli dengan kehidupan masyarakat miskin seperti saya ini.

“Kemana pemerintah selama ini, mereka hanya tutup mata dan memaksa rakyat Muba untuk melihat ke atas, melihat prestasi-prestasi yang dicapai pemerintah, seperti seberapa banyak bangunan yang sudah di bangun dengan uang yang banyak, melihat pemerintah mendapatkan pujian pujian, mendapatkan penghargaan dari sana-sinilah. Sementara pemerintah sendiri tidak pernah melihat kebawah, melihat kami yang miskin ini dan mengalami nasib menderita,” kata kakek tua renta ini.

Ditambahkannya, bahwa dirinya sangat mengharapkan perhatian dan bantuan dari pemerintah.

"Saya hanya butuh kursi untuk saya duduk dan kaca mata untuk saya membaca. Saya ini senang membaca Al Quran, saya juga senang membaca koran. Jadi saya tahu perkembangan yang ada di kabupaten kaya ini, walaupun saya sendiri hidup dalam kemiskinan," sambung Kakek Hasan dengan nada kecawa.

Selain itu hasan sendiri tidak memiliki kartu identitas/ Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Tapi ketika ajang politik, saya diberi kartu untuk berpartisipasi dalam pemilihan untuk mencoblos,” ungkapnya.

Hasan berharap kepada seluruh pemerintah melalui media, agar jangan cuma memperhatikan tapi harus peduli bagaimana caranya agar masyarakat yang sangat miskin bisa hidup layak.

"Saya ingin di usia yang senja ini memiliki tempat yang layak tidak perlu luas yang penting bersih agar saya bisa istirahat dengan baik dan beribadah dengan khusuk", harap Hasan.

Warga lainnya mengatakan, bahwa dia mengajak masyarakat, lembaga dan pemerintah khususnya di Kabupaten Muba agar di data berapa warga warga miskin yang ada. Kemudian diberikan solusi bukan hanya sekedar bantuan secara materil saja, tetapi dengan harapan terciptanya kesejehteraan ekonomi sehingga tidak menjumpai lagi seperti nasip yang dialami pak Hasan dikemudian harinya.

“Sangat disayangkan kok bisa terjadi seperti ini, kemana aparatur desa setempat. Seperti pribahasa "semut diseberang lautan nampak jelas, namun gajah di pelupuk mata tidak kelihatan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Durian sendiri saat ditemui portal ini tidak berada ditempat.(Warto)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.