Header Ads

Pembebasan Lahan Bendungan Tigadihaji Tahap II Segera Dilakukan

OKUS, SS - Bendungan Tigadihaji yang merupakan Bendungan terbesar di Sumatera, pembangunannya sendiri adalah salah satu mega proyek program nawa cita yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia. Bendungan Tigadihaji ini menyerap anggaran APBN, dengan rencana pembangunan dilaksanakan di Tahun 2016.

Terkait pembebasan lahan dalam dampak pembangunan Bendungan Tigadihaji ini, berdasarkan laporan Kepala BPN Kabupaten OKU Selatan bahwa data luas lahan dalam pembangunan ini berjumlah 433 persil, yang mana di tahun 2016 telah dilakukan pembayaran tahap I sebanyak 60 bidang atau persil dan di tahun 2017 mengalami kendala teknis dalam pembayaran dikarenakan dana tersebut mengalami keterlambatan dalam waktu pembayaran karena keterbatasan waktu di akhir tahun 2017.

Di awal tahun 2018 ini dilanjutkan kembali untuk pembayaran tahap II dengan jumlah 373 persil yang akan di bayar dengan syarat dan ketentuan dari hasil musyawarah akan kita laksanakan pada hari ini.

Kemudian, paparan dari Balai Besar Wilayah Sumatera Selatan VIII menyampaikan bahwa keterlambatan atau kendala dalam pembayaran tahap II ini sempat terhenti karena bendungan ini sangat besar maka perlu kehati-hatian dalam setiap langkah baik dalam desain serta anggaran. Di tahun 2017 yang lalu dana telah tersedia dan tersimpan di Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Keterlambatan tersebut terjawab di tahun 2018, bisa dibayar dengan syarat dengan musyawarah dan kesepakatan bersama. Bendungan ini bedungan terbesar di Sumatera dan akan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan.
“Karena dampak positif bendungan ini selain mengaliri persawahan, dapat menjadi air baku serta yang paling penting dapat menjadi pembangkit listrik yang dapat menerangi Kabupaten Oku Selatan,” ujar Supardi ST MT.

Dalam sambutan Kepala Tim TP4D yang disampaikan oleh Asisten Intelijen Kajati Provinsi Sumatera Selatan, bahwa proyek pembangunan Bendungan Tiga Dihaji ini proyek pembangunan nasional dengan menggunakan anggaran APBN dengan anggaran 3,9 triliun, maka untuk itu kami siap mengawal dan mengamankan proyek ini."

Bupati OKU Selatan Popo Ali dalam sambutan nya mengucapkan ucapan terima kasih atas segala dedikasi dan upaya dari Tim Balai Besar Wilayah Sumatera Selatan, BPN, serta Tim TP4D dan Kementrian Keuangan yang telah melanjutkan kembali pembangunan bendungan ini yang sempat terhenti di tahun 2017, besar harapan saya kepada masyarakat Kecamatan Tigadihaji agar dapat melaksanakan musyawarah dengan sebaik baiknya karena dampak dari bendungan ini akan lebih besar untuk kemaslahatan masyarakat banyak.

Ditambahkan Bupati Popo, dengan dilaksanakan pembayaran tahap II ini agar dapat mufakat dalam proses ganti rugi lahan. “Saya percaya dengan apa yang dilakukan dapat memberikan kesejahteraan untuk OKU Selatan bersama,” ujarnya.

Setelah dari paparan dan sambutan dari tim, kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah kesepakatan nilai ganti rugi lahan pembangunan bendungan tiga dihaji.(yogi/muksin- Humas Protokol Kab. OKU Selatan)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.