Header Ads

Belum Pernah Terjadi Pilkada Ulang di Indonesia

LAHAT, SS - Adanya aspirasi para pendukung Paslon Bupati Lahat untuk meminta Pilkada ulang lantaran dipicu adanya dugaan money politik nampaknya sangat sulit terealisasi.

Proses pilkada ulang dapat saja dilakukan oleh beberapa faktor seperti terjadinya bencana alam, kekurangan surat suara atau surat suara rusak. Demikian disampaikan Ketua KPUD Lahat Syamsul Rizal (30/6) kepada wartawan diruang kerjanya.

Menurut Syamsul Rizal, hingga saat ini pelaksanaan Pilkada ulang belum pernah terjadi di Indonesia, namun proses pemungutan suara ulanglah yang pernah dilakukan. Itupun lanjutnya, dilakukan ditempat-tempat yang dinyatakan telah terjadi bencana alam, surat suara rusak ataupun hilangnya surat suara yang mengakibat proses pemungutan suara tidak dapat dilakukan.

"Kalau kita berbicara adanya dugaan money politik dan meminta Pilkada ulang rasanya sulit itu terjadi lantaran faktor-faktor pendukung seperti bencana alam, surat suara rusak ataupun hilang tidak terjadi di Kabupaten Lahat. Kalau berbicara proses hukum karena terjadinya dugaan money politik, itupun ada pihak yang menanganinya seperti Gakumdu dan Panwaslu dan itu bukan kewenangan kita untuk memprosesnya," tegas Syamsul Rizal.

Syamsul Rizal kembali menjelaskan, dari awal proses pendistribusian surat suara sampai ke proses rekapitulasi surat suara sudah sesuai prosedur yang telah ditentukan.

"Tidak ada kekurangan kertas suara maupun kertas suara yang cacat termasuk terjadinya bencana alam saat pendistribusian kertas suara yang mengakibat kita tidak dapat masuk ke akses lokasi pendistribusian," ungkapnya, seraya mengatakan rapat pleno guna menentukan paslon pemenang Pilkada Lahat akan segera dilakukan pada tanggal 6 Juli pekan depan.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.