Header Ads

Diduga Gangguan Jiwa, Anak Tega Membantai Bapak Kandungnya Sendiri Hingga Tewas

LAHAT, SS - Peristiwa pembunuhan terjadi di Kota Lahat, belum diketahui pasti penyebabnya sehingga Hartawan (36) yang diduga mengidap sakit jiwa tersebut sampai tega membantai bapak kandungnya sendiri, Maksin (63) hingga tewas dengan kondisi luka tusukan disekujur tubuhnya.

Peristiwa pembunuhan yang membuat sontak warga terjadi dirumah A Lekat (43)  yang merupakan kakak tertua tersangka di Jalan Aswari RT. 3 RW. 3 Kelurahan Kota Negara Kecamatan Lahat, itu terjadi Jum'at (20/18) sekitar pukul 01.00 WIB.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pada malam itu korban dan tersangka tidur satu kamar dibelakang rumah kakaknya Lekat. Entah mengapa, tiba-tiba  pada malam itu, Lekat mendengar teriakan korban minta tolong.

Kontan saja, Lekat  yang saat itu berada didalam kamarnya langsung bergegas keluar. Bukan main kagetnya Lekat, ketika melihat korban sudah sempoyongan sambil memegang dadanya keluar dari dalam kamar dalam keadaan berlumuran darah.

Tak pelak lagi, melihat pemandangan menyedihkan itu lantas Lekat pun berteriak minta tolong dengan tetangga sekitarnya. Warga pun yang mendengar teriakan Lekat itu langsung berhamburan menuju rumah Lekat.

Sementara tersangka saat itu usai membantai  korban langsung  kabur dengan menaiki atap rumah Lekat. Sedangkan korban sendiri  yang sudah mengalami luka parah dibawah warga ke rumah sakit.

Namun sayangnya diduga kehabisan darah akhirnya korban pun meninggal dunia dengan kondisi 4 tusukan di dada kanan dan luka sayatan di dagu dan tersangka sendiri baru berhasil ditangkap satu jam kemudian, setelah warga setempat membujuknya untuk turun dari atap rumah dengan memberikan makan dan minuman. Pada saat itulah polisi yang sudah datang tak lama peristiwa itu terjadi dengan sigap langsung mengamankan tersangka.

"Tersangka baru galak turun dari rumah setelah kami bujuk dengan makanan dan minuman. Kami jugo dak tau penyebabnyo ngapo sampe korban nekat membunuh bapaknya sendiri," ungkap Kamhar Ketua setempat.

Sedangkan kakak tersangka Lekat, mengaku jika baru sebulan tersangka tinggal bersama dirinya dan korban. Memang tersangka kata Lekat, mengalami gangguan jiwa namun hanya sebatas kumat-kumatan. Kemungkinan gangguan jiwanya itu lanjut Lekat, karena tersangka sempat belajar ilmu kebatinan.

"Aktivitas sehari harinyo tersangka itu pedagang asongan. Jadi kami dak katek firasat buruk dengan tersangka, karena tersangka masih seperti orang normal pada umumnya dan masih biso berdagang. Rencanonyo nak kami obati tapi sayangnyo peristiwa ini lebih dulu terjadi," ujar Lekat dengan nada lirih.

Sementara Kapolresta Lahat melalui Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Ganjar ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Namun untuk motif pembunuhan itu Ganjar belum dapat memastikannya lantaran tersangka diduga mengidap penyakit jiwa.

"Tersangka selalu diam dan menundukan kepalanya ketika ditanya tim penyidik. Jadi pihaknya masih berupaya mengorek keterangan dari tersangka. Sulitnya meminta keterangan mungkin diakibatkan tersangka mengalami gangguan jiwa," terang Ganjar.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.