Header Ads

Dugaan Kasus Korupsi Anggaran Fiktif Sekretariat DPRD Lahat sebesar Rp.5,7 Milyar Akan Dibongkar


*Terindikasi melibatkan petinggi DPRD Lahat

PALEMBANG, SS - Upaya untuk  membongkar dugaan kasus korupsi di Kabupaten Lahat, nampaknya terus gencar dilakukan. Saat ini dugaan kasus korupsi dana fiktif sebesar Rp.5,7 milyar di Sekretariat DPRD Lahat akan segera dibongkar.

Ketua National Coruption Watch (NCW) Kabupaten Lahat, Dodo Arman, kepada wartawan (13/7) saat mendatangi Kantor Kejati Sumsel menegaskan, jika saat ini pihaknya sudah menyerahkan berkas tambahan dari dugaan korupsi Sekretariat DPRD Lahat sesuai yang diminta oleh penyidik Kejati Sumsel.

Tentunya dengan telah menyerahkan berkas tambahan itu, dirinya mengharapkan akan mempercepat proses penyelidikan. Lantaran perkembangan penyelidikan kasus korupsi tersebut masih belum jelas.

"Saya datang ke Kejati Sumsel untuk menyerahkan berkas tambahan yang mereka minta. Saya berharap dengan berkas tambahan itu, akan mempermudah Kejati Sumsel untuk mempercepat proses penyelidikan dan menetapkan tersangkanya. Sebab dugaan kasus korupsi yang terindikasi melibatkan petinggi DPRD Lahat ini sudah lama mandek," ungkapnya.

Untuk diketahui, jelas dodo, kasus dugaan korupsi di Sekretariat Daerah DPRD Lahat terendus, di mana pada tanggal 17 Desember 2014 uang ditransfer ke rekening Sekretariat DPRD sebesar Rp 5,7 miliar.

Awalnya lanjut Dodo, dari data yang kumpulkan, PPKAD menolak keras permintaan tersebut. Namun, karena dipaksa oleh pihak Sekretariat DPRD Lahat, akhirnya dengan sangat terpaksa mentransfer dana tersebut ke rekening Sekretariat DPRD pada 17 Desember 2014 dengan 4 kali transfer.

"Berkaitan dengan hal tersebut, NCW menduga ada indikasi dugaan  gratifikasi. Dikarenakan surat perintah pencairan dana Pemerintah Kabupaten Lahat Nomor 900/021/SPM-Nihil/15.07/ 11.204.4.1/2014 dikuasakan kepada Hj Sri Purwaningsih. Kasus tersebut telah dilaporkan oleh NCW Lahat ke pihak Kejati Sumsel beberapa bulan yang lalu," Beber Dodo, seraya mengatakan jika dalam beberapa hari kedepan proses penyelidikan masih belum jelas perkembangan, maka pihaknya kata Dodo akan menggelar aksi demo ke Kejagung.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.