Header Ads

Warga Lahat Dikejutkan Dengan Membengkaknya Tagihan Listrik

LAHAT, SS - Warga Kota Lahat dikejutkan dengan membengkaknya tagihan listrik untuk pembayaran bulan Juni 2018. Membengkaknya tagihan listrik itu sudah dirasakan  sangat memberatkan. Kendati demikian dengan sangat terpaksa warga pun mau tidak mau harus membayarnya.

"Biasonyo idak semahal ini kami bayar listrik setiap bulannyo, berkisar Rp. 250 ribu perbulanyo tapi untuk pembayaran bulan Juni ini tagihan listrik punyo kami membekak sampai harus membayar Rp. 316 ribu. Padahal pemakaian listrik sama seperti pemakaian biasanya tapi ini pembayarannya bisa membengkak," keluh Hernawati salah seorang ibu rumah tangga di Kota Lahat.

Dia menambahkan, kenaikan tarif listrik yang dilakulan pemerintah sebelumnya dirasakan sudah memberatkan, ditambah lagi dengan membengkaknya tagihan listrik untuk pembayaran bulan Juni tersebut.

Hal senada juga disampaikan Rizal, dia mengaku terkejut dengan membengkaknya tagihan listrik. Biasanya kata Rizal, setiap bulannya hanya membayar kisaran Rp. 260 ribu tapi ketika hendak membayar listrik di salah satu supermaket membengkak hingga Rp. 330 ribu.

"Apo memang sudah naik nian tagihan listrik sekarang. Apo pihak PLN Lahat yang salah hitung pemakaiannyo. Kalau memang naik biasonyo ado pengumuman dari pemerintah. Gawat jugo ini, tepakso jatah untul beli beras tepotong untuk bayar listrik," ungkapnya dengan nada sedikit kesal seraya mengharapkan pemerintah dapat lebih memikirkan perekomian masyarakat kecil.

Sementara itu menanggapi keluhan masyarakat dengan membengkaknya tagihan listrik tersebut, Ketua YLKI Lahat Ir. Sanderson belum berani banyak berkomentar.

Dia mengatakan, kemungkinan pembengkakan tagihan listrik di bulan Juni itu bisa saja terjadi karena kapasitas pemakaian yang berlebihan.

"Momen bulan suci Ramadhan dan lebaran pada bulan Juni lalu mungkin saja penggunaan listriknya melebihi dari biasanya, yang menyebabkan pembekakan tagihan listrik. Jadi masyarakat untuk saat ini dapat menyikapinya dengan bijak. Namun apabila pada bulan-bulan berikutnya pembekakan tagihan listrik masih terjadi maka pihaknya akan mengakomodir keluhan masyarakat untuk disampaikan dengan pihak PLN," jelasnya.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.