Header Ads

Warga Ancam Demo Proyek Pembangunan Normalisasi Ayek Apul Senilai Rp 1,8 Milyar

LAHAT, SS - Proyek Pembangunan dan Rehab Drainase Permukiman Kecamatan Lahat, yakni Normalisasi Ayek Apul di Kelurahan Talang Jawa Selatan, Kecamatan Lahat, kini menuai gejolak dari warga.

Warga mengancam akan menggelar aksi demo jika proyek yang menghabiskan dana sebesar Rp. 1,8 milyar lebih itu tidak segera ditindak lanjuti.

Proyek  berasal dari APBD Provinsi Sumsel tahun 2016 sepanjang 1,4 KM, yang dikerjakan oleh CV Purnama menurut warga hasilnya sangat mengecewakan.

"Proyek normalisasi Ayek Apul ini menelan dana milyaran rupiah. Namun hasilnya sangat mengecewakan. Kami meminta pihak terkait segera turun untuk melihat langsung hasil pembangunan proyek ini," ungkap Husaini selaku Ketua RW 03, Kelurahan Talang Jawa Selatan, Rabu (29/0818) kepada wartawan.

Dijelaskannya, adapun kejanggalan dari proyek itu menurut dia adalah, dalam pengerjaannya seharusnya dilakukan pengerukan sedalam 80 cm, kemudian baru dibuat pondasi dengan penanaman plat dinding sedalam 75 cm.

Pondasi tersebut lanjutnya, ditanam sepanjang 175 cm. Namun yang terjadi di lapangan banyak tidak sesuai termasuk pemasangan besi.

Sedangkan salah seorang warga setempat, Amir Hamzah turut mengecam hasil dari pembangunan proyek Normalisasi Ayek Apul ini. Dia mengatakan saat ini daya tampung siring jadi mengecil dan tentunya saluran air tidak dapat mengalir dengan baik.

"Tidak ada gunanya proyek ini, hanya mendapatkan mudharatnya saja. Kita ingin secepatnya proyek ini segera diperbaiki karena warga sudah mengancam demo jika tidak ada tindak dari pihak terkait," ungkapnya.

Sementara, terkait persoalan itu Pengawas Proyek, Herwan, saat dimintai keterangan membantah tuduhan tersebut. Dia menegaskan jika pembangunan Proyek Normalisasi Ayek Apul sudah dikerjakan sesuai RAB.

"Kita mengerjakan sudah sesuai dengan gambar dan perintah Pimpro. Mulai dari pengerukan hingga pondasi samping. Toh yang bekerja di sini juga warga Kelurahan Talang Jawa Selatan," ucap Herwan yang juga Ketua RT 5.

Guna menengahi permasalahan tersebut akhirnya Lurah Talang Jawa Selatan, Samsul Hakim Jailani, SE mengundang perwakilan warga ke Kantor Kelurahan, yang pada kesempatan itu dihadiri pihak kecamatan serta Dinas Permukiman dan Perumahan Rakyat.

"Kita dari pihak pemerintah tidak begitu paham bagaimana teknis pelaksanaannya. Jadi kami akan sampaikan keluhan warga ini kepada pihak-pihak terkait untuk segera dicarikan jalan keluarnya," janji Samsul.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.