Header Ads

Warga : Copot Saja Kadin Dishub Jika Tak Mampu Bekerja

LAHAT, SS - Masih membandelnya angkutan Dump Truk Fuso melintasi jalan diperkotaan di jalan depan Masjid Almutaqin, akhirnya membuat warga Kota Lahat semakin gerah. Bahkan warga meminta jika Dishub tak mampu menyelesaikan persoalan ini lebih baik Bupati Lahat mencopot Kadishub Lahat jika tak mampu bekerja.

"Hanya berselang beberapa minggu kendaraan dump truck fuso sudah terlihat lagi. Padahal sebelumnya kami mengira tidak bakalan lagi dumptruk fuso melintasi jalan diperkotaan. Tapi nyatanya masih saja melintasi jalan diperkotaan," ungkap Suryadi (37) warga Kelurahan Pasar Lama, Lahat, Kamis (23/08/18).

Dia mengingatkan, sudah ada beberapa  korban jiwa akibat terlindas truck. Ini seharusnya menjadi pelajaran bagi pihak terkait untuk lebih tegas menegakan  peraturan.

"Kalau tak mampu mengatasi persoalan ini lebih baik di copot saja Kadin Dishub nya. Kita tak mau peraturan hanya sebatas gertak sambal. Buktikan kalau pihak terkait mampu mengatasi persoalan ini," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Polres Lahat, AKP. Dani Prasetya. SIK saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, keberadaan dua unit dump tronton tersebut serta air krokos yang dikeluarkan dari celah belakang bak tronton yang membuat jalan licin dan berkemungkinan mengakibatkan pengendara sepeda motor jatuh atau kecelakaan lainnya.

Kasat Lantas menyarankan untuk konfirmasi ke Dinas Pekerjaan Umum terkait bagaimana keputusan tentang jalan tersebut.

"Dump truck tronton itu dari arah Pulau Pinang melewati Kantor Lantas Polres Lahat kemudian lewat Talang Jawa hingga Simpang Kodim belok kanan ke arah Depot Pertamina dan selanjutnya belok kiri melintas Jalan Martadinata sampai dengan tujuan bongkar wilayah Merapi," jelas Kasatlantas.

Sementara Plt Kadishub Lahat, Deswan Irsyad yang belum lama ini sempat dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya, Rabu (08/08/2018) menjelaskan, penerapan sanksi kepada sopir yang membandel sudah diberlakukan.

Meskipun pelanggaran itu masih tindak pelanggaran ringan (Tepiring) namun pihaknya akan tegas memberlakukannya.

“Bisa saja kita akan menilang SIM atau surat-surat lainnya tergantung dari jenis pelanggarannya. Bahkan bila perlu dump trucknya akan kita kandangkan jika sopir masih tetap membandel,” tegas Deswan.

Deswan juga menyampaikan, untuk meminimalisir angkutan dump truck masuk diperkotaan, pihaknua kata Deswan telah menempatkan sejumlah petugas dibeberapa titik di Kota Lahat, seperti di Tugu Masuk Kota Lahat, disimpang Pertamina dan simpang tiga MTQ.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.