Header Ads

Warga Lahat Ancam Akan Bongkar Gardu dan Pipa Kabel Telkom

LAHAT, SS - Belum adanya kejelasan dari pihak Telkom Lahat terkait pemasangan gardu Telkom yang telah berdampak meluapnya air dari siring sehingga mengakibatkan rumah-rumah warga di Desa Ngalam Baru, Kecamatan Gumay Talang, Lahat, terendam air. Termasuk pemasangan pipa kabel telkom yang menggantung didalam siring di Desa Muara Siban, Kecamatan Lahat, akhirnya memantik emosi warga.

Warga menyampaikan, jika tidak ada upaya tindak lanjut atau pun pembenahan dari pihak Telkom, maka warga mengancam akan membongkar dari pemasangan gardu maupun pemasangan pipa kabel Telkom yang tidak sesuai dengan standar Telkom.

"Dalam waktu dekat ini kami akan bongkar gardu telkom itu yang sudah membuat ketidak nyamanan bagi masyarakat. Rumah-rumah warga sudah banjir akibat ditimbunnya siring saluran air. Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut. Kami minta secepatnya masalah ini dituntaskan," pungkas Herpensi salah seorang warga Desa Ngalam Baru kepada wartawan, Sabtu (22/09/18)

Dilain pihak, Elan Setiawan yang merupakan Aktivis Pemuda Lahat juga menyoroti pemasangan pipa kabel Telkom yang telah menganggu sepanjang drainase atau aliran air siring di Desa Muara Siban, Kecamatan Lahat.

Dia membeberkan, setelah dipasangnya pipa kabel Telkom telah menyebabkan menumpuknya sampah-sampah di drainase. Karena pemasangan  kabel Telkom dalam posisi menggantung didalam drainase.

Selain itu, Elan juga mengatakan lubang-lubang bekas galian belum ditimbung seperti sediakala. Hal itu dikhawatirkan akan membahayakan pengguna jalan baik kendaraan maupun pejalan kaki.

Menurut Elan, bekas galian hanya ditimbun seadanya dengan mengunakan tanah. Dan jika hujan timbunan tanah itu jadi benyek. Seharusnya lanjut Elan, bekas timbunan itu, lapisan atasnya harus disemen agar kerusakan aspal akibat pembongkaran tidak melebar.

"Dengan kondisi seperti ini, Telkom Lahat terkesan menutup mata dan tidak bertanggung jawab dari semua pekerjaan yang dilakukan oleh Sub Kontrak Telkom khususnya milik CV. Jasuan. Jika ini dibiarkan bukan tidak mungkin menimbulkan gejolak kepada masyarakat khususnya di Desa Muara Siban,” ungkapnya.

Sementara itu, Hengki Jasuan yang merupakan Pengawas lapangan dari CV. Jasuan belum dapat memberikan pernyataan untuk upaya pembenahan dari keluhan masyarakat tersebut.

Dia hanya mengatakan akan menampung keluhan warga itu tanpa memberikan keterangan pasti tindak lanjut dari upaya pembenahan itu.

Sedangkan Kepala Telkom Lahat, Surono sampai saat ini belum berhasil dimintai klarifikasinya terkait keluhan warga tersebut. Karena ketika hendak ditemui wartawan, Kepala Telkom Lahat sedang tidak berada ditempat.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.