Header Ads

Tahun Ini, 26 Pecandu Narkoba Direhab BNN Pagaralam

PAGARALAM, SS – Dalam laporan akhir tahun 2018, Seksi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pagaralam (BNN), mencatat ada 26 penyalahguna Narkoba, baik itu melalui program rehabilitasi rawat jalan maupun rehabilitasi rawat inap. Hal ini seperti diungkapkan Kepala BNN Pagaralam Andi Kurniawan.

“Sedikitnya, ada 26 penyalahguna Narkoba yang berhasil kita rehab, melalui program rehabilitasi rawat jalan di Klinik IPWL Pratama Abdi Karya BNN Kota Pagaralam. 20 orang dan 4 orang lainnya berhasil menjalani rehabilitasi rawat inap di Balai Rehabilitasi Lido Bogor dan 2 orang di Rumah Sakit (RS) Ernaldi Bahar Palembang,” jelasnya, Kamis (13/12).

Sambung Andi menuturkan, bantuan rehabilitasi bagi para pecandu Narkotika, serta korban dari penyalahgunaan Narkoba di Indonesia merujuk pada Peraturan Bersama, tentang penanganan Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke dalam Lembaga Rehabilitasi, yang diterbitkan pada tahun 2014.

“Bantuan rehabilitasi juga merujuk pada Undang-undang No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika dan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2011. Kedua peraturan ini memastikan para pengguna Narkoba, mendapatkan layanan rehabilitasi yang diperlukan dan tidak lagi ditempatkan sebagai pelaku tindak pidana atau kriminal,” katanya.

Lanjut Andi, kecanduan Narkoba harus diperhatikan sebagai penyakit kronis kambuhan, agar penggunanya bisa sembuh dengan baik, tak perlu di cap jelek. Jika adiksi, Narkoba sudah dikategorikan sebagai penyakit kronis, maka tidak semestinya penderitanya mendapat stigma dan diskriminasi.

Pasalnya Adiksi Narkoba tidak boleh lagi, diperlakukan sebagai kelainan mental, tetapi sebagai chronic relapsing disesase, sama seperti hipertensi dan penyakit lain, yang membutuhkan pengobatan.

"Jadi Pengguna Narkoba di Pagaralam dapat melaporkan diri pada Institusi Wajib Lapor (IPWL) resmi, yang tersebar di seluruh Indonesia, terdiri dari rumah sakit, Puskesmas dan lembaga rehabilitasi medis, baik milik pemerintah ataupun swasta,” pungkasnya.(Aksanul)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.