Header Ads

Ini Dia Penyebabnya Hampir 70 Persen Warga Binaan di Pagaralam Tidak Bisa Memilih

Foto: Net Ilustrasi
PAGARALAM, SS - Penghuni Cabang Rutan Pagaralam terancam banyak tak bisa menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi Pilpres dan Pileg pada 17 April 2019 mendatang. Sebab, hal ini dikarenakan ketatnya mekanisme aturan yang diberlakukan KPU.

Betapa tidak pengalaman sebelumnya saja, dari sejumlah nama-nama yang diusulkan hanya segelintir dinyatakan memenuhi syarat. Semisal mereka yang menggunakan Model A5, bagi pemilih pindah domisili yang prosedurnya dikeluarkan oleh KPU.

Hal ini diakui, Kepala Cabang Rutan Pagaralam, Elharyanto melalui Kepala Pengamanan Cabang Rutan (KPCR), Subhan, beberapa bulan lalu sudah diusulkan sekitar 57 mata pilih untuk ditetapkan DPT kepada KPU.

“Data ini adalah warga binaan yang dinyatakan belum habis masa pidananya hingga 17 April mendatang. Data ini diperkirakan bakal ada tambahan yang akan kita usulkan lagi terkait adahya warga binaan atau tahanan baru,” katanya.

Hanya saja, belum diketahui pasti berapa jumlah DPT yang akan ditetapkan oleh KPU Pagaralam.

“Yang jelas, nama nama yang diusulkan ini adalah warga Pagaralam berdasarkan dokumen KK,” terang Subhan, seraya menyebutkan warga binaan yang merupakan warga Pagaralam sekitar 70 persen dari 150 napi dari tahanan yang ada.

Sementara, untuk penggunaan hak suara, pihak Rutan berupaya agar warga Pagaralam khususnya bisa menyalurkan hak suaranya untuk memilih Presiden atau wakil rakyat pilihan mereka.

Namun di satu sisi, sesuai dengan mekanisme aturan dari KPU pemilih khususnya bagi warga binaan di Rutan harus mengantongi Model A5 syarat untuk memilih.

“Pertanyaannya, bagaimana warga binaan tercatat berdomisili di luar wilayah Kecamatan Pagaralam Utara, sementara lokasi Rutan sendiri berada di Dapil Pagaralam Utara. Dengan mencermati kondisi ini kita berharap warga binaan yang ada bisa menggunakan hak suaranya,” harapnya.(Aksanul)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.