Header Ads

Babak Baru Dugaan Penyerobotan Lahan, Kartini dan Tim Pengukur PT MIP Akan Turun ke Lokasi Lahan

Foto ilustrasi/Net

LAHAT, SS - Dugaan penyerobotan lahan milik Kartini (43), warga Desa Gunung Agung Kecamatan Merapi Timur, Lahat akhirnya menemui babak baru. Rencananya, Selasa (19/03/19) Kartini bersama Tim Devisi Pengukuran Lahan PT.MIP sepakat untuk turun ke lokasi lahan milik Kartini seluas lebih kurang 2 hektar di ataran Sungai Rambutan Desa Gunung Agung Kecamatan Merapi Timur, Lahat.

Kartini mengharapkan, setelah turunnya Tim Devisi Pengukuran Lahan dari PT MIP nanti, maka akan semakin jelasnya lahan yang mana yang diduga sudah dijual oleh Irvan Wardana kepada PT MIP yang diduga dengan menggunakan surat jual beli palsu.

Soalnya lanjut Kartini, dari daftar dikomputer perusahaan PT. MIP sudah tercatat namanya sebagai penjual lahan itu. Padahal diakuinya lahan itu belum pernah diperjualbelikan baik kepada perusahaan maupun orang lain.

Perlu diketahui sambung dia, pembayaran tanah yang sudah dibebaskan PT MIP atas nama dirinya sampai saat ini belum diketahui siapa orangnya. Kartini menduga, dari bukti kwitansi pembayaran disitu tercatat nama Irvan Wardana yang ternyata adalah Karyawan PT MIP telah menerima uang sebesar Rp. 380 juta dari Bendahara PT. MIP.

"Itu akan menjadi bukti hukum saya serta surat jual beli palsu yang sampai saat belum ada yang mengakuinya, termasuk nama saya sudah tercatat di Manejemen PT MIP sebagai penjual tanah. Sudah jadilah sabarnya kami dengan pihak penjual maupun dengan pihak perusahaan. Dari tahun 2016 lalu sampai saat ini belum jelas dengan nasib tanah kami itu, saya perjuangkan tanah itu untuk modal usaha karena suami aku sudah tidak ada lagi. Jadi hanya itulah sebagai modal untuk menghidupi anak-anak saya," tutur Kartini, Minggu (17/03/19).

Dilanjutkannya, jika nantinya pihak PT MIP dan dirinya turun ke lokasi, artinya turun kelokasi lahan itu sudah kali keduanya.

"Padahal saya dan PT MIP sudah pernah turun ke lokasi setelah mengetahui tanah saya itu telah terjual, namun setelah pengukuran tidak jelas proses penyelesaian hingga saat ini. Dan kali ini akan saya tegaskan, jika masih berbelat belit maka dengan segala bukti yang ada maka proses hukumlah yang akan berbicara," pungkasnya.

Sementara itu, Joy, Kepala Devisi Pengukuran Lahat PT. MIP ketika dikonfirmasi menyangkut rencana pengkuran ulang kembali lahan itu, mengaku akan segera mengakomodir permintaan dari pihak Kartini.

"Ya kita akan usahakan hari Selasa besok untuk mengirimkan tim ukur ke lokasi tanah milik Kartini," ungkapnya singkat.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.