Header Ads

Bupati dan Kapolres Lahat Turun ke Lokasi BKSDA Untuk Meredam Emosi Warga

LAHAT, SS - Aksi masyarakat Desa Padang Baru, Kecamatan Merapi Selatan, Lahat dengan memasang portal di depan gerbang BKSDA tempat pelatihan gajah membuat Bupati Lahat Cik Ujang SH turun tangan menyelesaikan permasalahan tersebut.

Upaya mediasi dilakukan Bupati Lahat guna meredam keinginan Ibu Entik untuk meminta lagi lahan yang telah dihibahkan kepada BKSDA Lahat.

Cik Ujang yang merupakan warga orang Lebak Budi asli yang masih ada hubungan sedarah dengan keturunan Desa Padang sangat menyayangkan adanya kejadian yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur  dilokasi pelatihan gajah.

Bupati Lahat berpesan agar insiden ini tidak terjadi bentrok antar sesama warga apalagi persoalan ini berujung ke pidana.

“Saya minta kepada masyarakat tidak anarkis dan menyelesaikan persoalan dengan musyawarah," imbaunya.

Perlu diketahui lanjut Bupati,  lokasi pelatihan gajah seluas 200,10 Hektar yang dihibahkan oleh Pemerintah Kabupaten Lahat pada zaman Bupati tahun 1990-an ditandatangani oleh Bupati Drs Solihin Daud dan dihibahkan kepada BKSDA yang dimamfaatkan untuk pelatihan Gajah di Sumsel.

"Maka dari itu, jika masyarakat Desa Padang tidak memiliki surat menyurat atas kepemilikan tanah itu maka tanah itu tidak berhak untuk dimiliki. Jika dipaksakan tentu akan menyalahi aturan hokum," jelasnya. 

Semetara itu, Kapolres Lahat AKBP Fery Harahap, SIK, M.Si menghimbau kepada masyarakat Desa Padang Baru untuk tetap menjaga situasi kondusif. Kapolres tak ingin nantinya persoalan ini berujung ke pidana

"Ibu tolong jangan nian main hakim sendiri, karena ini negara hukum. Saya selaku Kapolres Lahat akan mengacu pada aturan hukum yang berlaku dan tidak pandang bulu menindak siapapun yang melanggar hokum," tegas Kapolres.

Kapolres juga mengajak warga untuk tidak memperkeruh suasana yang dapat menimbulkan situasi keamanan tak kondusif.

"Kami akan tindak tegas bagi siapa pun yang menjadi provokator dalam persoalan ini," imbaunya.

Sementara itu, Samroh, Kades Padang Baru pada kesempatan itu meminta kepada Pemkab Lahat untuk mengukur ulang tanah yang dihibahkan itu. Samroh mengatakan jika pengukuran lebih dari tanah yang dihibahkan, maka selebihnya tanah tersebut meminta untuk dikembalikan.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.