Header Ads

Diduga Dampak Maraknya PHK, Pungli Menjadi Pilihan Untuk Memenuhi Tuntutan Ekonomi

LAHAT, SS - Efek Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaan tambang Batubara serta minimnya lahan pertanian di Kecamatan Merapi Barat, Lahat mulai memberikan dampak bagi masyarakat. Pasalnya, aksi Pungli (Pungutan Liar) marak terjadi khususnya didekat Jembatan di Desa Telatang yang menimbulkan kemacetan panjang.

Pantauan wartawan dilapangan, Senin (25/03/19) sekitar pukul 18.00 Wib, sekumpulan pemuda melakukan aksi pungli didekat Jembatan Kebur, hal ini menimbulkan kemacetan panjang dan sangat meresahkan warga yang melintasi Jalinsum. Ironisnya, kejadian ini seperti terkesan dibiarkan tanpa adanya penertiban dari pihak terkait.

"Aku nak ke Muara Enim, saya kira ada mobil kecelakaan atau rusak sehingga macet panjang, namun setelah dekat ternyata disebabkan oleh para pemuda yang melakukan pungli terhadap sopir angkutan batubara dan galian C," ujar Yandri salah satu warga yang melintas.

Ditambahkannya, kondisi ini jelas sangat disayangkan apalagi sebelumnya pemerintah dan kepolisian tengah gencar melakukan penertiban terhadap pungli. Karenanya, sangat berharap pihak terkait melakukan penertiban.

"Kalu dibiarkan kasian sopir mobil, begawe la saro dipungli pulo, jika tidak kasih uang mereka dibentak," imbuhnya.

Maman (33) warga Desa Ulak Lebar yang melintas menuturkan, aksi pungli terjadi mungkin dikarenakan banyaknya PHK yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan Tambang Batubara.

Belum lagi minimnya lahan pertanian yang disebabkan oleh pengalihfungsian, menyebabkan warga kehilangan mata pencarian utama sebagai petani seperti sebelumnya.

"Harapan kita semoga pihak terkait segera mengambil inisiatif untuk penertiban. Karena pungli adalah perbuatan yang meresahkan dan melanggar hukum," pungkasnya.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.