Header Ads

HD : Salah Satu Program Pekerjaan Kita Adalah Menurunkan Angka Kemiskinan

PALEMBANG, SS - Gubernur Sumsel H. Herman Deru memimpin langsung Rapat Internal Perangkat Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumsel Tahun 2018-2023 dan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumsel Tahun 2020 di Griya Agung, Rabu (06/03/2019) pagi.

Sejumlah isu strategis dibahas dalam rapat tersebut diantaranya soal penurunan angka kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumsel, kedaulatan pangan hingga target pertumbuhan ekonomi dan kelangsungan 13 BUMD yang ada di Sumsel.

Selain dihadiri seluruh Kepala OPD dilingkungan Pemprov Sumsel, rapat tersebut juga dihadiri sejumlah Anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sumsel.

"Saya merangkum apa yang sudah disampaikan Kepala Bappeda dan bisa ambil garis besarnya. Angka yang dipaparkan untuk provinsi itu adalah angka kumulatif dari  kabupaten/kota, baik itu angka kemiskinan, IPM pengangguran dan lainnya. Karena itu jelas yang harus segera dilakukan adalah sinkronisasi,” ujarnya.

Dikatakan Herman Deru tak sedikit orang menyebutnya sebagai pemimpin otoriter namun ia tetap berupaya mendengarkan aspirasi dari semua tingkatan kalangan.

"Sudah banyak titik yang saya kunjungi sejak 5 bulan menjadi gubernur. Dan harus diakui bukan cuma saya tapi semua kepala dinas harus rajin turun ke lapangan bersinergi” jelasnya.

Semua Kepala OPD, Staf Ahli, Staf Khusus yang berkaitan dengan nomenklatur di kabupaten/kota harus bersinergi. Bila perlu dan memungkinkan instansi vertikal juga diajak ke daerah untuk menyerap kebutuhan.

"Sinergi ini penting karena salah satu program atau pekerjaan yang kita lakukan tujuan utamanya adalah menurunkan angka kemiskinan harus yakin bisa,” terangnya.

Dalam rapat itu, HD juga mengimbau kepada seluruh peserta rapat untuk saling percaya baik pada pimpinan dan sebaliknya. Karena dengan kepercayaan akan timbul kesepahaman dan kerjasama yang nyaman dan baik.

“Ini harus disesuaikan, karena kalau tidak  ini akan ada miss komunikasi. Dan terpenting setiap rapat harus ada hasilnya jangan hanya ritual," tegasnya.

Sementara itu Kepala Bappeda Sumsel Eko Retnoningsih menjelaskan, bahwa  dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi ada beberapa indikator yang penting diperhatikan yakni sektor pertanian, perkebunan dan  perhutanan. Karena hal ini berkaitan dengan produksi lahan yang akan ikut mempengaruhi nilai kontribusinya.

"Sementara IPM Sumsel sendiri saat ini tercatat sebesar 68.86. Untuk meningkatkannya, ada 4 indikator yang perlu diintervensi yakni angka harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran perkapita," pungkasnya.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.