Header Ads

Kartini : PT MIP Selalu Mengulur Waktu, Besok Saya Siap Menempuh Jalur Hukum

Foto ilustrasi/net
LAHAT, SS - Belum tuntasnya penyelesaian dugaan penyerobotan lahan milik Kartini yang saat ini diduga telah dikuasai oleh PT. MIP, akhirnya Kartini akan segera menempuh jalur hukum. Upaya itu terpaksa dilakukannya lantaran pihak PT. MIP selalu mengulur-ngulur waktu untuk proses penyelesaian dari dugaan penyerobotan lahan tersebut.

"Ini langkah terakhir saya untuk menempuh jalur hukum. Dari tahun 2016 tidak jelas penyelesaian sampai saat ini. Dan besok (Selasa-red) saya akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan permasalahan ke Mapolresta Lahat, agar semua cepat tuntas," tegasnya, Senin (18/03/19)

Dijelaskannya, upaya mediasi sudah dilakukan, bahkan Kades Arahan sudah memfasilitasi pertemuan dirinya bersama pihak PT. MIP, termasuk dengan Irvan Wardana yang diduga telah memperjual belikan lahan tersebut. Namun sepertinya lanjut Kartini, belum menemukan titik terang penyelesaiannya dugaan penyerobotan lahan miliknya itu seluas 2 hektar di ataran Sungai Rambutan di Desa Gedung Agung, Kecamatan Merapi Timur, Lahat.

"Saya ingin tahu siapa yang telah menerima uang dari pembebasan lahan saya yang telah terdaftar pembebasannya di PT MIP, termasuk legalitas surat menyurat jual belinya. Padahal saya tidak pernah memperjual belikan lahan itu, kok bisa terdaftar sebagai penjual lahan dan nama saya juga tercantum disitu. Dan parahnya lagi, saya menemukan bukti surat jual beli palsu yang saya dapatkan dari PT MIP, yang didalamnya ada nama serta tanda tangan saya. Inikan aneh, tanda tangan saya pun jauh berbeda dengan yang aslinya," ungkapnya.

Sementara, Joy, Kepala Devisi Pembebasan Lahan PT MIP ketika dikonfirmasi menyangkut langkah hukum yang akan ditempuh itu, mengaku tidak menjadi masalah jika itu harus ditempuh Kartini.

"Silahkan saja jika harus menempuh jalur hukum, nanti kita adu argumentasi disana," ungkapnya singkat.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.