Header Ads

PT MIP Bantah Beli Tanah Dengan Surat Jual Beli Palsu

* Berjanji Tuntaskan Persoalan Lahan yang Diklaim Milik Kartini

LAHAT, SS - Kepala Devisi Pembebasan Lahan dari PT. MIP, Joy membantah asal muasal surat jual beli tanah yang diduga palsu berasal dari manajemen pihaknya. Bahkan Joy sendiri mengaku masih bingung surat jual beli palsu antara Irvan Wardana dan Rudi selaku pimpinan PT MIP bisa ada dikantornya.

"Kita tidak tahu siapa yang membuat surat jual beli tanah yang diduga palsu ini. Karena kita sendiri merasa tidak pernah menerima surat ini dari pihak manapun," ungkap Joy saat mediasi penyelesaian dugaan penyerobotan lahan yang diduga dilakukan oleh Irvan Wardana di Kantor Desa Arahan, Kecamatan Merapi Timur, Lahat, bersama pihak Kartini, Jum'at (15/03/19) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dijelaskan Joy, persoalan klaim tanah yang diakui milik Kartini yang diduga telah dibeli pihaknya melalui Irvan dalam waktu dekat ini akan segera dituntaskan. Pihaknya kata Joy, tidak ingin permasalahan menjadi berlarut-larut.

"Kalau memang benar sebagian tanah yang dijual oleh Irvan ada sebagian tanah milik Kartini, maka kita akan melepas kembali penguasaan atas tanah itu. Namun sebelum melangkah ke proses itu, saya bersama tim pengukur dan pihak Irvan Wardana maupun dari pihak Kartini akan turun ke lokasi tanah yang diklaim ada sebagian tanah milik Kartini yang ikut juga terjual," tambahnya.

Namun ketika ditanya bagaimana nama Kartini bisa terdaftar di arsip komputer sebagai salah satu pihak yang tanahnya seluas lebih kurang 2 hektar sudah dibebaskan oleh pihak MIP, sayangnya perihal itu Joy sendiri belum dapat menjelaskan. Joy nampaknya hanya fokus mengkonfrontir salah seorang juru ukurnya saat itu yakni Ugi yang telah menyerahkan surat jual beli tersebut kepada Kartini.

"Ugi sendiri bilang surat itu ditemukan di meja komputer kantor, saat ditanya dia sendiri tidak tahu siapa yang membuat dan bisa ada di kantor surat jual beli itu," jelasnya.

Sedangkan Ugi, salah seorang tim pengukur lahan yang kini sudah tidak lagi bekerja di PT. MIP ketika dikonfirmasi membenarkan jika surat jual beli yang diduga palsu itu ditemukan didalam kantor.

"Saya tidak tahu surat itu siapa yang membuatnya. Surat itu saya temukan di kantor diatas meja komputer, dan saya serahkan kepada Ibu Kartini. Dan nama Ibu Kartini memang ada terdaftar di komputer," ungkapnya.

Terkait persoalan ini, Kartini, selaku pemilik lahan meminta kepada pihak perusahaan secepatnya menuntaskan persoalan ini.

Kartini menegaskan, kalau dirinya tidak memiliki tanah itu mengapa nama dirinya ada didaftar komputer yang tanahnya itu telah dibebaskan oleh pihak perusahaan pada tahun 2012 lalu.

"Inikan lucu, saya memiliki legalitas lengkap kepemilikan tanah tapi tanahnya tidak ada, dan anehnya lagi nama saya terdaftar di komputer pihak PT. MIP sebagai salah satu penjual yang tanahnya sudah dibebaskan. Kapan saya jual tanah itu kepada pihak PT. MIP. Dan saya menduga, surat jual beli palsu itu ada hubungannya dengan nama saya yang telah terdaftar sebagai salah satu penjual tanah. Jadi saya minta pekan depan pihak perusahaan harus sudah menuntaskan persoalan ini sebelum saya membawanya ke ranah hukum," ucapnya.

Sementara Kades Desa Arahan, Ashad menghimbau kepada seluruh pihak baik kepada pihak Irvan dan pihak Kartini termasuk pihak perusahaan untuk secepatnya menyelesaikan permasalahan ini.

"Saya hanya sebatas memfasilitasi mediasi ini, jangan sampai menjadi konflik yang berkepanjangan. Tuntaskanlah masalah ini dengan sebaik-baiknya jangan sampai diantara pihak ada yang dirugikan," pungkasnya.

Seperti yang pernah diberitakan, Bukan main kagetnya Kartini, warga Gedung Agung Kecamatan Merapi Timur, Lahat, soalnya tanah miliknya seluas lebih kurang 2 hektar diduga telah diserobot oleh oknum Irvan Wadana. Tanah itu saat ini telah dikuasai oleh PT. MIF, setelah oknum Irvan Wardana menjualkannya dengan harga Rp. 380 juta.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.