Header Ads

Sekda Lahat Buka Secara Resmi Kegiatan Forum Konsultasi Publik

LAHAT, SS - Sekretaris Daerah (Sekda) Lahat, Drs. H. Masroni membuka secara resmi Forum Konsultasi Publik. Acara itu digelar di Gedung Pertemuan Pemerintah Kabupaten Lahat, Jum'at (15/03/19).

Hadir pada acara tersebut, Pimpinan dan Anggota DPRD Lahat, Kepala Bappeda Lahat, Nara Sumber dari Bappeda Provinsi, Assisten, Staf Ahli, jajaran OPD, Kepala Bagian, Camat se-Kabupaten Lahat, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua STIE Serelo Lahat dan seluruh peserta undangan.

Pada kesempatan itu, Kepala Bappeda Lahat Ir. Herman Oemar, MM menyampaikan, bahwa maksud dan tujuan kegiatan tersebut untuk melakukan penjaringan aspirasi dan harapan para pemangku kepentingan terhadap prioritas dan sasaran pembangunan Kabupaten Lahat tahun 2020.

"Merumuskan dan memasukan sasaran terhadap rancangan awal RKPD Kabupaten Lahat tahun 2020 yang nantinya akan menjadi pedoman dan penyusunan rancangan renja OPD," jelasnya.

Adapun Output yang diharapkan dari pelaksanaan Forum Konsultasi Publik ini disebutkannya, adalah diperolehnya masukan dan saran dari para memangku kepentingan yang lebih menitik beratkan kepada aspek teknokratis, serta penandatangan berita acara konsultasi publik serta tersusunnya arah kebijakan pembangunan yang menjadi pedoman dalam penyusunan rancangan renja OPD.

"Peserta Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Lahat Tahun 2020 berjumlah 150 orang terdiri dari Unsur Pimpinan dan Anggota DPRD, Kepala Perangkat dan Staf, Kepala Bagian, Camat, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda akademisi," urainya.

Sementara itu, Sekda Lahat Drs. J. Masroni menjelaskan, bahwa pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Lahat Tahun 2020 merupakan amanah dari Undang- undangan Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembagunan nasional dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan pengendalian dan evaluasi pembagunan daerah.

"Forum Konsultasi Publik ini dilaksanakan dengan maksud untuk menjaring aspirasi pemangku kepentingan pada tahap awal dengan tujuan menghimpun aspirasi atau harapan para pemangku kepentingan terhadap prioritas dan sasaran pembangunan tahun 2020," paparnya.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.