Header Ads

Terkait Dana BOS, Oknum Kepala Sekolah Ini Dilaporkan ke Disdikbud Muara Enim

Foto int
MUARAENIM, SS - Suryani, SPd, Kepala Sekolah SD Negeri 7 Petar Dalam Kecamatan Sungai Rotan, Akhirnya memenuhi panggilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muara Enim.

Dilaporkannya Suryani, merupakan buntut dugaan penyalahgunaan jabatan dan penyelewengan anggaran dana bos di satuan pendidikan yang ia pimpin. 

Kepala Disdikbud Kabupaten Muara Enim melalui Kepala Bidang Pembinaan Diknas, Sarkani SPd didampingi PTK Diknas Ratmudin SPd mengatakan, oknum kepala sekolah tersebut dilaporkan oleh dewan gurunya sendiri atas dugaan penyelewengan dana Bos baik yang bersumber dari anggaran APBN maupun APBD.

"Kita sudah melakukan pemeriksaan terkait dugaan ketidaktransparanan okum kepala sekolah kepada dewan guru dalam hal penggunaan dana BOS di sekolah tersebut," Ungkap Ratmudin.

Menurut Ratmudin, Dari proses pemeriksaan di SDN 7, pihaknya menemui banyak kejanggalan. Bahkan terlihat beberapa perlengkapan belajar mengajar baru dibeli, Indikasinya itu dibeli secara mendadak.

"Tepat ketika tim kita turun dalam pemeriksaan, Justru sekolah itu terlihat baru selesai di cat, bahkan sebagian sarana prasarana seperti ATK, sapu dan kursi ruang guru ada yang baru dibeli. Namun kita tidak boleh mendikte bahwa itu dilakukan untuk mengelabui tim Pemeriksa," ungkapnya. 

Meski demikian, lanjut Ratmudin, Pihaknya akan tetap menjalankan aturan sesuai dengan temuan maupun laporan dari para dewan guru SDN 7 Sungai Rotan tersebut.

"Kita akan tetap proses pengaduan ini, semuanya sudah kita laporkan ke Kadisdikbud dan para pihak yang berkompeten," terangnya.

Sementara itu, Sarkani SPd Kabid Pembinaan Diknas Kabupaten Muara Enim menambahkan, Usai melakukan pemeriksaan pihaknya akan melakukan rapat intern. Terkait Sanksi, itu akan dibahas ke tahapan selanjutnya.

"Kesimpulannya akan kita bahas secara intern. Saat ini kita sudah melakukan pengecekkan ke sekolah dan mempelajari data data yang ada. Untuk sanksi sendiri kita belum bisa memutuskannya," pungkasnya.(KLT)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.