Header Ads

Warga Belum Merasakan Manfaat Dari Proyek Pamsimas

MUARAENIM, SS - Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Tanjung Menang Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim disinyalir terindikasi Korupsi.

Bahkan Proyek senilai 354 juta rupiah yang bersumber dari dana APBD Pemkab Muara Enim tahun 2013 itu, manfaatnya belum bisa dirasakan oleh Masyarakat.

Kecurigaan masyarakat pun tertuju pada Proyek pembuatan sumur. Disamping kedalaman yang tak sesuai bestek, Air yang dihasilkan sumur tersebut masih mengandung kadar garam yang cukup tinggi.

Hal ini diungkapkan Feri Hasistra, selaku Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Cipta Bintang Rambang Mandiri Kabupaten Muara Enim, yang getol mengawasi pembangunan di desa tersebut.

Menurutnya, Dana RP 300 juta  yang dikucurkan pemerintah untuk setiap desa dalam menanggulangi kekeringan dan sanitasi lingkungan dinilai sia sia, Sebab tidak dikelola dengan baik.

Sejatinya, Pemerintah telah mengintruksikan bahwa dimulai dari perencanaan hingga pelaksanaan proyek harus melibatkan Lembaga Keswadayaan Masyarakat Desa (LKMD).  Namun anjuran pemerintah Kabupaten Muaraenim tersebut terkesan tidak dijalankan.

Bukan hanya itu saja, Jelas Feri, indikasi-indikasi korupsi lain serperti dana operasional BPD dan dana Kas Desa tahun 2012 silam senilai Rp 25 juta rupiah diduga kuat di korupsi oleh oknum kepala desa Tanjung Menang.

"Awalnya masyarakat desa Tanjung Menang tidak mempermasalahkan, tapi karena sejak tahun 2012 hingga sampai saat ini masih terjadi dan tidak ada tindak lanjut dari pihak-pihak terkait, maka permasalahan ini akan kami bongkar ke publik," ungkap Feri kepada kepada Wartawan, Jumat (22/3/2019).

Masih kata Feri, Masyarakat tanjung Menang juga resah aktivitas pungli yang terjadi di desa mereka. Ia berharap para penegak hukum dapat mengusut tuntas dugaan monopoli,  pungutan liar, serta dugaan korupsi yang terjadi di desa Tanjung Menang.

"Kami minta semua pihak serta aparat penegak hukum yang terkait agar mengusut permasalahan serta dugaan-dugaan korupsi yang saat ini terjadi di desa kami sampai ke akar-akarnya. Dan kasus ini akan kami kawal sampai tuntas,” tutupnya.(KLT)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.