Header Ads

Warga Kebur Menjerit, Merasa Dizalimi PT Primanaya Group

LAHAT, SS -  Ratusan warga Desa Kebur Kecamatan Merapi Barat, Lahat, Selasa (26/03/19) melakukan aksi damai di halaman Gedung Pemkab Lahat. Mereka mengatakan merasa dizalimi oleh PT. Dizamatra Powerindo yang merupakan Subcon PT. Primanaya Group.

Koordinator Lapangan (Korlap) massa, Beni dalam orasinya mengatakan, bahwa PT. Primanaya Group sudah menindas warga Kebur. Termasuk para pekerja yang berasal dari desa mereka. Jadi mereka berharap Bupati Lahat, Cik Ujang selaku kepala daerah dapat membantu jeritan hati mereka.

Adapun tuntutan Karyawan PT. Dizamatra Powerindo adalah menuntut sisa pembayaran gaji, menuntut status karyawan karena tidak jelas, karyawan dipaksa mengundurkan diri dengan uang kompensasi yang tidak sesuai serta menuntut pesangon sesuai dengan aturan.

Selain itu warga Kebur juga mempermasalahkan debu-debu yang kini menjadi polusi dilingkungan dan tempat tinggal mereka.

Tak lama berselang, Bupati Lahat, Cik Ujang, menemui massa yang hadir dan mempersilahkan perwakilan massa untuk menyampaikan maksud dan tujuan mereka.

Setelah mendengar penuturan dari perwakilan massa, Cik Ujang berjanji bahwa ke depan akan diadakan mediasi dengan menghadirkan Disnaker, DLH, pihak PT. Dizamatra Powerindo, dan perwakilan pekerja dari Desa Kebur.

"Tuntutan kalian akan kami cermati. Kedepan kita akan adakan medasi dengan turut menghadirkan pihak terkait. Saya siap bantu, hanya pesan saya bekerjalah dengan sebaik-baiknya agar tidak menambah masalah baru," tutur Cik Ujang.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.