Header Ads

Warga Mulai Terpapar DBD, Dinkes Tak Mampu Fogging Akibat Terkendala Anggaran

Foto ilustrasi/net
LAHAT, SS - Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menghantui warga Jalan Kehutanan 2 Lahat, RT 18/06, Kelurahan Bandar Jaya, Lahat.

Dalam satu minggu ini 2 warganya sudah terjangkit DBD. Bahkan salah satu penderitanya saat ini masih dalam perawatan intensif tim medis RSUD Lahat.

Ketua RT 18 Aksanul Muslimin, A.Md mengaku sudah mendapatkan laporan jika 2 warganya sudah terjangkit DBD. Namun upaya untuk melakukan fogging belum bisa dilakukan untuk memutus mata rantai nyamuk Aedes Aegypti.

"Informasi yang kita terima jika pihak Dinkes tak bisa melakukan fogging lantaran terkendala anggaran yang minim. Padahal didaerah saya ini sering kali warga saya terjangkit DBD," keluhnya.

Sementara itu, Kadin Dinkes Lahat, dr H Rasyidi Amri, MT, MKM ketika dikonfirmasi membenarkan jika tindakan fogging terkendala anggaran.

Dia mengatakan, ada langkah lain yang perlu dilakukan masyarakat agar nyamuk Aedes Aegypti tidak berkembang biak, yaitu dengan menguburkan barang-barang bekas seperti kaleng atau tempat yang menjadi perkembangbiakan nyamuk.

"Saat ini kita masih terkendala anggaran untuk melakukan fogging tapi kalau seandainya warga memaksa meminta fogging kita hanya dapat menyediakan zat pyrethroid sintetis, untuk bahan bakarnya seperti solar warga sendiri yang harus menyediakannya," ungkapnya.

Disisi lain, dia mengingatkan, fogging juga dapat berbahaya bagi masyarakat dipemukiman padat penduduk. Memang fogging merupakan salah satu pencegahan yang diperlukan untuk memberantas nyamuk penyebab penyakit demam berdarah. Namun, dibalik manfaatnya, fogging  juga mempunyai efek samping merugikan bagi kesehatan.

"Fogging merupakan tindakan penyemprotan cairan insektida yang mengandalkan zat pyrethroid sintetis dan cukup berbahaya jika terhisap, apalagi terhisap oleh anak kecil. Jadi kita himbau untuk mengambil langkah yang lebih sehat yakni mengubur barang-barang bekas atau membuang serta menguras air," jelasnya.

Ketika ditanya jumlah warga yang telah  terpapar DBD, dia menyebutkan sampai saat ini belum tahu persis berapa banyak jumlahnya. Hal tersebut lanjut Rasyidi, akan segera dikoordinasikan dengan pihak RSUD Lahat.

"Kita akan meminta data pasien DBD, dari sana kita baru tahu jumlahnya. Karena Dinkes memiliki standar persentase apakah DBD di Lahat sudah masuk Kejadian Luar Biasa (KLB) ataukah masih dibatas normal," jelasnya.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.