Header Ads

Bupati Imbau Masyarakat Hindari Pernikahan Usia Dini

PALI, SS – Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM menghadiri kegiatan Gerakan Kampung KB dan pemberian makanan tambahan bagi Balita dan Lansia di Kampung KB Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi, Kamis (04/04/2019) yang digagas oleh TP-PKK Kabupaten PALI bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) PALI.

Dalam kesempatan itu Bupati mengajak masyarakat mengikuti program KB. Menurutnya, KB bukan hanya berurusan dengan alat kontrasepsi, melainkan juga untuk merencanakan keluarga demi masa depan serta upaya peningkatan kesejahteraan keluarga itu sendiri.

Selain itu, Bupati juga menghimbau agar masyarakat menghindari pernikahan usia dini, karena dari data Pengadilan Agama Muara Enim, PALI menyandang peringkat pertama dalam hal perceraian. 

"Tetapi kita semua harus malu karena 80 persen kasus perceraian di Pengadilan Agama Muara Enim berasal dari PALI, dan tertinggi di Kecamatan Talang Ubi. Salah satu penyebab perceraian tinggi adalah akibat pernikahan usia dini, untuk itu hindarilah. Nikah sebelum waktunya juga banyak risiko, hal terkecil saja ketika usia anak atau remaja menikah yang mana mereka belum siap,” imbuhnya. 

Ir H Sri Kustina selaku istri Bupati PALI mengatakan, bahwa dalam kegiatan yang digagas TP-PKK Kabupaten PALI bekerjasama dengan DPPKBPPPA PALI yakni pemberian makanan tambahan bagi Lansia dan Balita di Kampung KB Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pemenuhan gizi bagi anak dan Lansia. 

"TP-PKK PALI telah banyak melakukan kegiatan, salah satunya pemberian makanan tambahan bagi Lansia dan Balita, sosialisasi IVA termasuk pemeriksaan sejak dini terhadap kanker servick dan kanker payudara. Sosialisasi TB Paru sekaligus pemberian makanan tambahan bagi penderita TB paru, program SMS (Stop Meseng Sembarangan), posyandu anak, posyandu Lansia juga TP.PKK telah resmikan posyandu terintegrasi," paparnya.

Berkat program SMS juga dijelaskan istri Bupati, Pemkab PALI memberikan reward terhadap 30 Kepala Desa (Kades).

"Yang desanya dinyatakan bebas meseng sembarangan, 30 Kadesnya diberangkatkan ibadah umrah ke Tanah Suci Mekkah," tukasnya. 

Sementara itu, Drs Waspi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan menyatakan apresiasinya terhadap Pemkab PALI yang telah memberangkatkan 30 Kades untuk umrah berkat desanya bersih dimana masyarakatnya telah sadar dalam menjaga lingkungannya dengan tidak membuang air besar sembarangan.

"Kampung KB Desa Suka Damai yang Kadesnya berangkat umrah, artinya desa ini sejak diresmikan Jadi Kampung KB banyak mengalami perubahan. Dan kami berharap, sektor lain juga dapat meningkat menuju keluarga sejahtera, sesuai tujuan Kampung KB membentuk desa mandiri, sejahtera, sehat dan berkualitas," ungkap Drs Waspi.

Kepala DPPKBPPPA PALI, Dra Yenni Nopriani menyebutkan bahwa pada kegiatan Gerakan Kampung KB dan pemberian makanan tambahan juga dilaksanakan pelayanan KB gratis, perekaman KTP-el, dan pelayanan PAP smear.

"Kampung KB merupakan program strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ini tentu perlu dorongan dan dukungan semua pihak juga lintas sektoral, dimana ada instansi  terkait dalam membangun dan mengembangkan Kampung KB yakni DPPKBPPPA, Dinkes, Dinas PU, Dinas Perkim, Dinsos, Dinas LH, Disdukcapil, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan BPBD," terangnya.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Kajari PALI Yunitha Arifin, Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel Drs Waspi, tokoh pemuda PALI Rahmad Sahid serta sejumlah Kepala OPD dilingkungan Pemkab PALI.(Adv/Dedi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.