Header Ads

DLH Lahat Akhirnya Melayangkan Surat Panggilan Seluruh Angkutan Batu Bara Milik PT RUBS

LAHAT, SS - Hasil mediasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama pihak PT RUBS dan Kartini (43) warga Desa Gedung Agung, Kecamatan Merapi Timur, Lahat, Rabu (24/04/19) terkait penyelesaian persoalan paparan debu yang merugikan Kartini, selaku pelaku usaha disekitar pertambangan nampaknya mulai menemui titik terang.

Hasil mediasi itu, disepakati jika anak dari Kartini, yakni Rizki dapat kembali lagi bekerja setelah pihak PT RUBS merumahkannya, maka kompensasi dampak debu tidak lagi menjadi tuntutan.

"Kalau memang anak saya dapat bekerja lagi, baik itu di PT RUBS maupun di perusahaan sub kontraktor dari PT RUBS maka saya tidak lagi menuntut kompensasi dampak debu. Jika ini jalan keluar yang terbaik maka saya akan terima," ungkap Kartini.

Menurut Kartini, sejak anaknya itu dirumahkan oleh PT RUBS secara langsung dampaknya begitu terasa. Tidak ada lagi pemasukan selain mengharapkan gaji dari anaknya tersebut.

"Warung saya tidak dapat diharapkan karena sudah sepi akibat paparan debu yang dihasilkan dari angkutan batu bara. Satu-satunya yang dapat membantu perekonomian adalah gaji dari anaknya. Tapi sekarang anak saya sudah tidak lagi bekerja," tuturnya.

Sementara itu, Humas PT RUBS Kobroni menanggapi tuntutan dari Kartini itu mengaku akan segera menyampaikannya dengan pimpinan dan segera berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan yang merukapan sub kontraktor PT.RUBS.

"Semua pihak dapat duduk satu meja untuk mencari kesepatakan bersama. Seandainya nanti anak dari Ibu Kartini tidak bisa lagi bekerja di PT RUBS, mungkin ada perusahaan sub kontraktor dari PT RUBS siap memperkerjakannya," ungkap Kobroni.

Sedangkan Kepala Dinas (Kadin) DLH Ir. Misri, MT melalui Sekretaris DLH Endang Rismawati didampingi Kasi Pengaduan dan Sengketa Lingkungan DLH Lahat,  Rosivelt Erwin, SE, MM.

Ia menegaskan, pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan kepada seluruh sub kontraktor angkutan batu bara milik PT. RUBS. Pemanggilan itu dimaksudkan untuk menindak lanjuti tuntutan dari Kartini.

"Kita berharap ada jalan keluarnya dari tuntutan Ibu Kartini. Dan kita sudah layangkan surat pemanggilan kepada seluruh sub kontraktor angkutan batu bara milik PT. RUBS. Mudah-mudahan hasil mediasi nanti yang diagendakan pada Jum"at lusa besok ditemukan kesepakatan yang tidak saling merugikan antara Ibu Kartini dan pihak perusahaan," harapnya.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.