Header Ads

DLH Lahat Layangkan Surat Panggilan ke PT RUBS, Terkait Kompensasi Dampak Debu

Nampak kondisi warung milik Kartini tanpa ada aktivitas pembeli karena paparan debu selalu menyelimuti warungnya
LAHAT, SS - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lahat akhirnya melayangkan surat pemanggilan kepada PT. RUBS terkait dampak debu yang ditimbulkan dari aktivitas angkutan batu baranya.

Selain melayangkan panggilan ke PT RUBS, DLH Lahat juga melayangkan panggilan kepada Kartini (45) yang merupakan salah satu warga Desa Gedung Agung, Kecamatan Merapi Timur, Lahat yang telah dirugikan dari paparan debu tersebut.

"Ya kita telah mengagendakan pemanggilan kedua belah pihak pada tanggal 24 April 2019. Kita fasilitasi pertemuan itu dan berharap ada solusi dari permasalahan ini," tukas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lahat Ir H Misri MT melalui Kasi Pengaduan dan Sengketa Lingkungan DLH Lahat, Rosivelt Erwin SE MM, Senin (22/04/19).

Dia mengatakan, dari pengakuan Kartini, dampak debu yang dialaminya terjadi sejak tahun 2016 lalu. Akibatnya usaha  gulung tikar akibat tidak ada lagi orang yang mampir ke warungnya.

"Itu karena terpapar debu di area warung milik Ibu Kartini. Dan kita akan hadirkan kedua belah pihak untuk meminta kejelasannya," ujarnya.

Sementara itu, Kartini mengaku paparan debu hingga saat ini masih terus terjadi. Kompensasi dampak debu yang diharapkan dapat menutupi kerugian yang dialaminya belum terealisasi.

"Saya berharap masih ada keadilan yang berpihak, paparan debu dari aktivitas dump truk dari PT. RUBS membuat warung saya gulung tikar. Saya sudah bingung untuk menutupi kebutuhan sehari-hari karena tidak ada lagi orang yang makan ataupun minum di warung saya akibat paparan debu yang masuk ke warung saya," pungkasnya.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.