Header Ads

KPLS Minta Agar Gajah Dikembalikan ke Kawasan Hutan Suaka

LAHAT, SS - Buntut dari sengketa lahan kawasan hutan suaka pusat pelarihan Gajah, antara warga Desa Padang Baru Kecamatan Merapi Selatan dengan Badan Konservasi Sumberdaya Alam, membuat delapan dari sepuluh Gajah yang ada di kelompok Hutan Isau-isau dipindahkan ke kawasan konservasi Padang Sugihan jalur 21 Banyuasin.

Menanggapi akan pentingnya menjaga hewan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.20 Tahun 2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi, membuat Komunitas Peduli Lembah Serelo (KPLS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Lahat, Senin (1/4/19).

Epan Yusuf, salah satu orator aksi meminta kepada pemerintah daerah agar segera memulangkan delapan gajah yang dititipkan di jalur 21 Banyuasin ke kelompok Hutan Isau-isau.

"Kami minta minta agar Pemkab Lahat segera mengembalikan delapan Gajah ke kawasan Isau-isau Banyuasin, Gajah itu sahabat kami Jangan sampai nanti sekolah gajah yang ada di perangai hanya tinggal cerita," pintanya.

Senada, Sundan Wijaya meminta agar Bupati Lahat menjadi Pionir dalam menjaga kawasan hutan suaka alam yang menjadi pusat pelatihan Gajah agar terbebas dari kegiatan yang nengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka alam.

"Bupati harus turun tangan untuk menjaga kawasan hutan suaka alam yang menjadi pusat pelatihan Gajah," ujarnya.

Mendengar pernyataan tersebut, Bupati Lahat Cik Ujang, memberikan informasi yang mematahkan asumsi yang beredar di masyarakat saat ini.

"Jangan salah memberikan argumen. Gajah yang ada di BKSDA itu hanya 3 atau 2 saja. Dari mana sumbernya 10 atau berapa itu. Jadi untuk apa fasilitas 200 hektar lebih jika hanya 2 atau 3 ekor gajah saja di sana," terangnya.

Saya sebagai bupati, lanjutnya, sangat senang jika ada banyak gajah di Lahat. Karena akan menjadi aset wisata daerah. Jangankan 10 atau 30 Gajah, Pemkab Lahat siap membantu untuk anggaran dengan syarat diurus dengan serius. Selain itu, sudah 5 tahun terakhir anggaran dari BKSDA itu tidak keluar. Pihak BKSDA juga saat diajak melakukan pengukuran lahan, mereka tidak mau," ujar Cik Ujang menjelaskan.

Pernyataan Cik Ujang tentu saja mematahkan asumsi yang beredar di masyarakat saat ini. Karena dari info media yang beredar, saat ini ada 10 gajah yang ditangani BKSDA kemudian ada 8 gajah yang dibawa ke Banyuasin karena adanya konflik lahan antara warga dan BKSDA. Saat ini hanya tertinggal 2 gajah saja di BKSDA.(Fry)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.